BCA Bina Desa Wisata Pentingsari

BCA Bina Desa Wisata Pentingsari
Sleman, ObsessionnewsPariwisata salah satu program unggulan Indonesia, karena sektor ini mampu menyumbangkan devisa yang besar. Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata yang menarik dan gencar dipromosikan untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Salah satu yang aktif dipromosikan adalah desa wisata. Desa wisata berupa kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus yang layak untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di kawasan ini penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian, dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Di luar faktor-faktor tersebut, sumber daya alam dan lingkungan alam yang masih asli dan terjaga merupakan salah satu faktor penting dari sebuah kawasan desa wisata. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA mendukung keberlangsungan pariwisata yang berkualitas di Indonesia. BCA meresmikan Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri) sebagai salah satu desa wisata binaan bank swasta terkemuka di Indonesia ini, 11 Desember 2015. BCA. Peresmian ini dilakukan oleh Direksi BCA Suwignyo Budiman dan Kepala Desa Wisata Pentingsari Doto Yogantoro, disaksikan oleh Kepala BCA Kantor Wilayah II Gunawan Budi Santoso, Kepala KCU Yogyakarta Saswito Tjoe, dan Kepala Desa Umbulharjo Suyatmi. “BCA secara aktif melakukan pendampingan kepada beberapa komunitas untuk dapat lebih mengembangkan potensi daerah. Diharapkan melalui upaya tersebut dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Salah satu komunitas yang telah aktif didampingi oleh BCA adalah para pengurus Desa Wisata Pentingsari, kata Suwignyo. Desa Penting Sari yang terletak di lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan daerah yang memiliki potensi untuk berkembang sebagai desa wisata alam, budaya dan pertanian. Turis dapat tinggal dan merasakan kehidupan di desa atau live in. Untuk mengembangkan kompetensinya, BCA telah menyelenggarakan pelatihan bagi pengurus desa wisata Dewi Peri terkait pengelolaan sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia (SDM). Pelatihan ini mencakup beberapa materi, antara lain industri pariwisata dan pengelolaannya, layanan prima, kerja sama tim, pelatihan komunikasi. Peserta pelatihan difasilitasi untuk melakukan benchmarking layanan prima di sebuah hotel di Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut BCA juga secara resmi menyerahkan donasi pengembangan infrastuktur yang telah dialokasikan dalam beberapa fasilitas penunjang, seperti renovasi dan pembangunan joglo, toilet, dan  ruang sekretariat, senilai Rp109 juta, serta fasilitas penunjang pariwisata berupa personal computer dan printer, serta electronic data capture (EDC) untuk memperlancar pengelolaan pariwisata Pentingsari. “Kami menyadari sudah saatnya desa-desa wisata di Indonesia dilengkapi dengan fasilitas yang   memadai. Terutama di tengah era digital, di mana pengelolaan sektor pariwisata diproses melalui sistem komputer. BCA ingin terus mendukung pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata di Indonesia melalui pemberian donasi ini,” tutur Suwignyo. Penyerahan donasi ini merupakan rangkaian kegiatan pengembangan Pentingsari. Berkat kerja keras dan pelatihan-pelatihan yang telah diberikan, Pentingsari sudah menunjukkan kualitas pelayanan yang mumpuni dan dijadikan acuan bagi dua desa wisata binaan BCA lainnya, yakni Desa Sunten Jaya (Desa Wisata Batu Lonceng), Bandung, dan Desa Wisata Taman Sari, Banyuwangi dengan melakukan studi banding. Dengan peresmian Pentingsari sebagai desa wisata binaan BCA, diharapkan kehadiran BCA tidak saja dirasakan melalui pelayanan transaksi perbankan sesuai kebutuhan nasabah, tetapi juga senantiasa hadir dalam menjawab berbagai kebutuhan lainnya, seperti pengembangan di sektor pariwisata. Kegiatan penyerahan donasi dari BCA merupakan wujud perpanjangan tangan dari nasabah BCA yang telah mempercayakan BCA sebagai bank pemberi pelayanan perbankan untuk berbagai kebutuhan. Selain meresmikan dan menyerahkan donasi kepada Pentingsari, pada hari yang sama BCA juga mengadakan pelatihan layanan prima untuk pengurus wirawisata Goa Pindul dan pengurus Desa Wisata Wukirsari, serta menyerahkan secara simbolis bantuan donasi untuk perbaikan Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Gadjah Mada. Donasi senilai Rp2 miliar ini diserahkan untuk perbaikan perpustakaan yang mengalami degradasi kualitas struktur dan non struktur. “Apa yang kami sumbangkan ini merupakan bagian dari upaya kami menerjemahkan kepercayaan nasabah terhadap BCA. Kami patut berterima kasih kepada nasabah BCA yang memampukan BCA dapat berbagi bersama masyarakat di segala pelosok Tanah Air dalam berbagai bentuk kepedulian,” tegas Suwignyo. (red/arh)