Megawati Berjuang Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Obsessionnews – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-43 pada 10 Januari 2016 mendatang. Bendera dan umbul-umbul ucapan selamat ulang tahun yang disertai foto Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghiasi tepi jalan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Berbicara tentang PDI Perjuangan memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Megawati. Putri Presiden pertama Indonesia Ir Sukarno atau Bung Karno ini memiliki kharisma yang kuat. Megawati sukses mengantarkan PDI Perjuangan menjadi partai besar. Lewat kendaraan partai inilah Megawati berhasil menjadi wakil presiden (1999-2001), lalu menjadi presiden (2001-2004). Megawati juga berhasil mengantarkan seorang kadernya, Joko Widodo (Jokowi), terpilih menjadi Presiden RI ke-7 pada Pilpres 2014. Megawati termasuk salah seorang dari 70 tokoh berpengaruh di Indonesia tahun 2015 pilihan Majalah Men’s Obsession. Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri, demikian nama lengkapnya, sangat dicintai dan dihormati oleh kader-kader PDI Perjuangan. Megawati adalah simbol pemersatu di PDI-P. Megawati tak hanya mewarisi kharisma ayahnya, tetapi juga menjadi simbol perjuangan. Jika Bung Karno menjadi simbol perjuangan gigih melawan penjajah, Belanda dan Jepang, maka Mega menjadi simbol perjuangan melawan tindakan represif pemerintahan rezim Orde Baru (Orba). Mega terjun ke dunia politik pada 1987 dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). PDI didirikan pada 10 Januari 1973, merupakan fusi (penggabungan) dari beberapa partai, yakni Partai Nasional Indonesia (PNI), , Partai Musyawarah Rakyat Banyak (PartaiMurba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Katolik. Sejak 1987 PDI mengikuti pemilu bersama Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam pemilu di era Orba tersebut Golkar selalu keluar sebagai pemenang. Sedangkan PPP dan PDI harus puas menduduki peringkat kedua dan ketiga. Pada Pemilu 1987 Megawati terpilih menjadi anggota DPR. Selanjutnya ia kembali menjadi anggota DPR pada Pemilu 1992. Popularitasnya semakin melejit ketika dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI periode 1993-1998 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, 2-6 Desember 1993. Terpilihnya Mega menjadi ketua umum PDI membuat pemerintah seperti kebakaran jengggot. Pemerintah jelas tidak senang, karena Mega menjadi ancaman bagi Golkar. Pemerintah khawatir PDI akan menjadi pemenang pada Pemilu 1997 dan Mega menjadi calon presiden dalam Sidang Umum MPR 1998. Pemerintah semakin gerah ketika pada akhir 1995 beredar formulir pencalonan Megawati sebagai presiden di kalangan anggota Fraksi PDI DPR.. Pemerintah berhasil menggulingkan Megawati pada tahun 1996. Pemerintah mendukung digelarnya kongres PDI tandingan di Asrama Haji Pangkalan Mansyur, Medan, 20-22 Juni 1996. Dalam kongres itu Soerjadi yang direstui pemerintah terpilih menjadi ketua umum. Padahal sebelumnya pemerintah tak mengakui Soerjadi ketika terpilih menjadi ketua umum dalam Kongres IV PDI di Medan tanggal 21-25 Juli 1993. Sementara itu Megawati tak mau mengakui Soerjadi. Para pendukung Mega menduduki kantor DPP PDI di Jl. Diponegoro 58 Jakarta Pusat. Sabtu pagi, 27 Juli 1996, kantor PDI diserbu massa yang dibantu aparat keamanan. Dan terjadilah pertumpahan darah. Beberapa orang pendukung Megawati tewas. Selanjutnya para pendukung Megawati berhasil diusir dari kantor itu. Setelah jatuhnya Soeharto pada Kamis, 21 Mei 1998, bermunculan partai-partai baru. Megawati mendeklarasikan PDI Perjuangan pada 10 Januari 1999, yang merupakan kelanjutan PDI. Di Pemilu 1999, yang merupakan pemilu pertama di era reformasi, PDI Perjuangan keluar sebagai juara. Sedangkan pada Pemilu 2004 PDI Perjuangan menduduki peringkat kedua. Pada Pemilu 2009 PDI Perjuangan menempati posisi ketiga. Dan pada Pemilu 2014 PDI Perjuangan tampil sebagai jawara, sekaligus sukses mengantarkan Jokowi menjadi Presiden periode 2014-2019. Megawati dan PDI Perjuangan berkomitmen berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat. (arh)





























