Jokowi Kaitkan Nilai Budaya dan Spritual dalam Pembangunan

Jokowi Kaitkan Nilai Budaya dan Spritual dalam Pembangunan
Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang acara makan siang bersama cendekiawan dan budayawan di Istana Negara Jakarta. Tujuan Presiden bertemu dengan dua komunitas ini adalah untuk mendengarkan langsung masukan dari mereka. "Ekonomi itu jangan menjadi kering. Membangun waduk, jalan dan sebagainya ada nilai-nilai kebudayaannya, ada nilai-nilai spiritualnya," ujar Jokowi di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/12/2015). Untuk mewujudkan pembangunan yang tidak kering, Presiden merencanakan ada pertemuan rutin antara cendekiawan dan budayawan dengan menteri atau kepala lembaga negara. "Pertemuannya bisa dua bulan sekali, yang penting ada masukan kepada menteri-menteri," kata Presiden. Budayawan Radhar Panca Dahana‎ mengatakan bahwa para cendekiawan dan budayawan bersepakat dengan presiden bahwa ‎pembangunan yang terjadi belakangan ini mengalami semacam defisit kelembaban. "Terlalu kering kalau pembangunan itu hanya diisi oleh pencapaian-pencapaian atau ambisi yang bersifat material," ucap Radhar. Penyebab dari keringnya pembangunan itu karena tidak adanya fundamen kebudayaan. Untuk itu, kata Radhar, mulai hari ini diupayakan agar pembangunan dilandasi oleh pemahaman yang komprehensif dan hal-hal yang sangat penting dalam kebudayaan. Cendekiawan dan budayawan memahami bahwa mengubah cara pembangunan yang telah dilakukan selama ini, tentunya tidak akan mudah, bahkan tidak mustahil mendapatkan perlawanan resistensi-resistensi dari pihak tertentu. "Kita semua bersiap untuk mendukung Presiden dengan kapasitas dan kemampuan yang kita miliki bersama. Mulailah satu perubahaan baru‎ dalam cara kita hidup, bernegara, menjalankan pembangunan yang selama ini kita selenggarakan," terang dia. Cendekiawan dan budayawan yang hadir dalam acara itu yakni, Radhar Panca Dahana, Franz Magnis-Suseno, Nungky Kusumastuti, Yockie Suryoprayogo, Butet Kartarejasa, Mohammad Sobary, Tamrin Amal Tomagola, Haidar Bagir, Nasirun, Tisna Sanjaya, Putu Supadma, Suhadi Senjaya dan Sys NS. (Has)