Jokowi: Bela Negara Bisa Melalui Pengabdian Profesi

Jokowi: Bela Negara Bisa Melalui Pengabdian Profesi
Jakarta, Obsessionnews - Tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa adalah panggilan bagi semua elemen untuk bela negara. Semua anak bangsa harus tergerak dan bergerak untuk bela negara sesuai dengan ladang pengabdiannya masing-masing. Demikian dikatakan Presiden Jokowi dalam amanat tertulis Peringatan Hari Bela Negara, Sabtu (19/12/2015). "Panggilan untuk bela negara bisa dilakukan oleh seorang guru, seorang bidan, tenaga kesehatan, petani, buruh, profesional, pegawai negeri sipil, pedagang, serta profesi lainnya," ujar Jokowi. Presiden mengatakan Bela Negara bisa dilakukan melalui pengabdian profesi di berbagai bidang kehidupan masing-masing. Bela Negara bisa dijalankan melalui jalan diplomasi politik, memperkuat kemandirian ekonomi, maupun membangun ketahanan budaya. Misalnya, seorang petani bekerja keras meningkatkan produksi adalah upaya bela negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Seorang guru berjuang mendidik anak-anak di kawasan perbatasan adalah wujud nyata bela negara mencerdaskan kehidupan bangsa. Para prajurit TNI menjaga pulau-pulau terdepan melakukan tugasnya karena semangat bela negara mempertahankan kedaulatan wilayah negara kita. Begitu pula para dokter, bidan dan tenaga kesehatan memenuhi panggilan bela negara dengan penuh semangat memberi pelayanan kesehatan sampai  ke wilayah-wilayah terpencil. Serta penggiat anti korupsi tanpa kenal lelah berjuang untuk mewujudkan bangsanya bebas dari korupsi. "Demikian dengan perang terhadap kejahatan Narkotika, adalah tindakan nyata untuk menyelamatkan generasi muda penerus masa depan bangsa," ucap Presiden. Menurut Presiden, apa yang dilakukan oleh para guru, petani, dokter, prajurit TNI dan profesi lainnya adalah wujud nyata kecintaan mereka pada  tanah air. Mereka rela berkorban untuk bangsa dan negara, bahkan melampaui kewajiban yang diberikan Negara pada mereka. "Kita harus  memberikan apresiasi kepada semangat itu. Tugas kita semua memastikan agar  api semangat mereka terus menerus menyala. Dan bisa diwariskan kepada generasi yang akan datang," katanya. Jokowi menyadari bahwa kesadaran bela negara tidaklah tumbuh dengan sendirinya, tetapi harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan kewarganegaraan. Anak-anak harus diajak untuk mencintai bangsa dan tanah airnya sehingga memiliki kebanggaan menjadi bagian dari Indonesia. Begitu juga nilai-nilai bela negara harus ditanamkan dengan cara-cara yang  kreatif, inovatif serta bisa adaptif dengan perkembangan zaman. "Kita berada di era kemajuan teknologi informasi yang menuntut digunakannya cara-cara baru. Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air. Dengan cara itu, saya yakin mereka akan bisa mewujudkan semangat bela negara melalui cara-cara yang lebih kreatif," ungkap Jokowi. (Has)