Agus Sofyan Kelola Hotel Dengan Teknologi Canggih

Kesan pertama bertemu Agus Sofyan, General Manager Veranda Hotel, merupakan pribadi yang ramah dan penuh kehangatan. Tipikal gaya seorang general manager hotel pada umumnya. Baru di perjumpaan berikutnya, kami merasakan pesona lain karakter pemimpin yang tenang, tak segan turun ke lapangan, dan sangat mencintai keluarga. Pengalamannya 20 tahun menggeluti dunia perhotelan berawal dari ajakan kakak tercinta. “Sebenarnya keluarga saya berlatar belakang dunia militer. Ayah saya seorang tentara. Kakak tertua yang pertama kali memilih jalur berbeda, yaitu hospitality. Menanggapi perbedaan karier ini, keluarga bersikap demokratis dan suportif. Kami dibesarkan dengan pengasuhan yang penuh kedisiplinan, mandiri, dan bertanggung jawab. Saat kakak mengisahkan warna-warni di dunia perhotelan, saya tertarik untuk terjun ke bidang tersebut. Terdengar sangat menantang untuk memenuhi beragam kebutuhan dan keinginan tamu dalam waktu yang bersamaan,” tutur ayah dua anak ini membuka perbincangan dengan Women’s Obsession beberapa waktu lalu. Ketertarikannya dengan industri perhotelan diikuti dengan kegigihan untuk selalu berkembang. “Bila mengingat dunia perhotelan Indonesia 20 tahun yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Lembaga pendidikan dan pertumbuhan hotel belum seramai saat ini. Untuk yang akan terjun menggeluti bisnis perhotelan, dukungan pendidikan sudah mudah dan beragam. Tinggal meningkatkan daya juang atau kreativitas untuk berkompetisi secara sehat. Namun, ada satu kesamaan di dunia perhotelan masa lampau, saat ini atau yang akan datang, yaitu memenuhi kepuasan tamu. Butuh komitmen, konsistensi, dan integritas dalam menunaikan tugas apapun. Itulah yang selalu saya sampaikan kepada tim,” jelas pria kelahiran 13 Agustus 1969 ini. Konsistensi Pelayanan Pengalaman Agus ketika memimpin hotel berbintang di Jawa dan Bali membentuk pribadinya sebagai pemimpin yang tenang dan humoris. “Saya lebih memilih menjalin ikatan kuat dengan para karyawan. Santai tetapi fokus pada tujuan. Setiap karyawan berhak untuk menyampaikan pendapat. Setelah menjadi pendengar yang baik, baru saya menyampaikan pandangan dan memberi solusi berdasarkan kebaikan hotel. Suasana kerja dua arah memberi energi dan warna baru,” ungkap pria berkacamata ini sambil tersenyum ramah. Setiap hotel memiliki keunikan tersendiri. Veranda Hotel adalah hotel pertama di Jakarta yang dikelola oleh manajemen Breezbay Japan. “Kedisiplinan pelayanan dan efisiensi energi menjadi poin utama mereka dalam mengelola hotel yang baru dibuka Mei 2015 lalu. Selain itu, suasana hotel menawarkan interior panel kayu khas Indonesia berpadu gaya kontemporer semi-retro,” ujar pria yang selalu melakukan pengecekan sendiri kebersihan hotel, termasuk taman sebelum briefing pagi hari. Efisiensi energi yang disinggung Agus memang terbukti selama kami berkunjung di Veranda Hotel. Salah satunya, penggunaan lift hanya diperuntukkan untuk tamu. Sementara para karyawan hotel, tak terkecuali Agus menggunakan tangga untuk mobilisasi. Saat menjamu kami di lantai 1, keseluruhan tim hotel turun menggunakan tangga tanpa ragu untuk menuju restoran di lobi hotel. Daya tarik lain hotel bintang empat yang berlokasi di kawasan selatan ini, yaitu keramahan. Dari penjaga keamanan hingga petinggi hotel memperlakukan tamu dengan kehangatan dan keramahan di level yang sama. Konsistensi pelayanan mencerminkan siapa pun tamu yang datang ke hotel menjadi prioritas. Poin pelayanan di penjaga keamanan di beberapa hotel kerap terlupakan dengan adanya perbedaan sambutan tamu berdasarkan kendaraan yang dibawa. Memanfaatkan Kecanggihan Teknologi Berbincang tentang keluarga, binar mata Agus memancarkan kasih sayang seorang kepala keluarga. Dengan detail dia menceritakan pertemuan awal dengan istri tercinta, gelora cinta yang dialami kedua anaknya, hingga keputusan untuk kembali ke Jakarta demi kelancaran pendidikan dan menjaga keluarga tetap tinggal bersama. “Satu setengah tahun lalu, saya masih mengelola hotel di Denpasar, Bali. Ketika putra saya mendapatkan kuliah pilihannya di Jakarta, saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta dengan pertimbangan, agar pikiran kami tidak terpecah dua,” aku penggemar nasi goreng ini dengan serius. Mengingat dunia perhotelan adalah bisnis 24 jam, Agus memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menyeimbangkan peran sebagai kepala keluarga dan pimpinan hotel. “Bila ada kendala ketika saya berada di rumah, para karyawan bisa langsung menghubungi. Begitu pun sebaliknya, saat ada keperluan di hotel dalam waktu yang panjang, teknologi akan memperlancar komunikasi dengan keluarga,” tuturnya. (Silvy Riana Putri /Women’s Obsession)





























