Goa Petruk Kebumen, Goa Terdalam di Dunia

Kebumen, Obsessionnews - Menikmati keindahan alam yang telah diciptakan oleh sang pencipta memang tidak habisnya. Terlebih Indonesia memiliki segudang pemandangan alam yang indah dan dan elok. Salah satunya adalah Goa Petruk di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Goa Petruk yang berada di daerah pegunungan barat laut Kebumen menyimpan banyak keunikan, selain dinobatkan sebagai Goa terindah se ASIA, Goa ini juga paling dalam di dunia. Banyak batu stalaktit di Goa ini yang menyerupai kehidupan dunia, seperti anjing duduk.
Kedalaman gua ini mencapai 2000 meter atau 2 Km. Bila pengunjung memasuki goa ini akan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama hanya terdapat kelelawar yang berterbangan, sementara bagian kedua yang diberi nama ‘Goa Semar’. Sebab ada batu yang menyerupai Semar. Nama Semar sendiri diambil dalam tokoh cerita Pewayangan Jawa. Goa yang terakhir disebut dengan Gua Petruk, karena dalam gua tersebutlah sebenarnya terdapat batu yang mempunyai wujud seperti hidung Petruk, yang diambil dari nama pengikut setia Pandawa dalam cerita wayang Mahabarata.
Kondisi Goa ini masih alamai belum ada penerangan listrik. Bila pengunjung ingin memasuki goa ini maka pemandu wisata akan menyediakan lampu penerangan dari Petromak. Karena saking dalamnya, ada lubang goa yang hanya bisa dilalui dengan cara merangkak. Untuk bisa mencapai tempat ini, pengunjung bisa naik angkot dari Pasar Gombong jurusan Cilacap yang melewati Pantai Ayah. Sebelum sampai ke Goa Petruk, di Kebumen juga memiliki Goa lain yakni Goa Jatijajar. Jarak dari Goa Jatijajar ke Goa Petruk sekitar 7 Km. (Albar)
Kedalaman gua ini mencapai 2000 meter atau 2 Km. Bila pengunjung memasuki goa ini akan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama hanya terdapat kelelawar yang berterbangan, sementara bagian kedua yang diberi nama ‘Goa Semar’. Sebab ada batu yang menyerupai Semar. Nama Semar sendiri diambil dalam tokoh cerita Pewayangan Jawa. Goa yang terakhir disebut dengan Gua Petruk, karena dalam gua tersebutlah sebenarnya terdapat batu yang mempunyai wujud seperti hidung Petruk, yang diambil dari nama pengikut setia Pandawa dalam cerita wayang Mahabarata.
Kondisi Goa ini masih alamai belum ada penerangan listrik. Bila pengunjung ingin memasuki goa ini maka pemandu wisata akan menyediakan lampu penerangan dari Petromak. Karena saking dalamnya, ada lubang goa yang hanya bisa dilalui dengan cara merangkak. Untuk bisa mencapai tempat ini, pengunjung bisa naik angkot dari Pasar Gombong jurusan Cilacap yang melewati Pantai Ayah. Sebelum sampai ke Goa Petruk, di Kebumen juga memiliki Goa lain yakni Goa Jatijajar. Jarak dari Goa Jatijajar ke Goa Petruk sekitar 7 Km. (Albar) 



























