Kota Bandung Siap Tampung Pengungsi Korban Asap

Bandung, Obsessionnews - Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-87, Walikota Bandung Ridwan Kamil membacakan pidato Menpora Imam Nahrawi yang mengatakan saat ini ada dua masalah relevan yang harus disikapi. Untuk masalah yang pertama, bagaimana memilah informasi yang beredar. Menurutnya, jika sosial media tidak digunakan secara dewasa maka akan bersifat destruktif. Namun jika digunakan dengan baik akan menjadi alat perekat kesatuan Indonesia. "Agar pemuda sekarang menggunakan kemudahan-kemudahan teknologi untuk mempersatukan Indonesia bukan untuk mencari masalah yang tidak perlu," ujarnya di Lapangan Tegallega saat upacara Sumpah Pemuda, Rabu (28/10).
Masalah yang kedua, lanjutnya, agar pemuda memiliki tren aktif dalam masalah bangsa. Ia mengatakan peran aktif yang relevan sekarang adalah masalah bencana asap. Untuk itu, ia akan menkordinasikan dengan Kadispora Kota Bandung agar setelah uang Bobotoh terkumpul dapat bisa disumbangkan. "Saya punya target sekitar 500 juta, kita akan kirimkan pemuda-pemuda yang sudah terbiasa untuk mengirimkan bantuan ke Sumatra dan Kalimantan," ungkapnya. Selain itu untuk membantu korban asap, Walikota menawarkan bantuan jika ada warga Sumatera dan Kalimantan yang mengungsi ke Bandung. Dirinya tidak keberatan dengan hal tersebut. Namun jika jumlah yang mengungsi itu siginifakan, ia akan mengatur dan mencarikan rumah singgah. "Kita kan negara demokrasi dan NKRI. Bukan tidak keberatan, justru saya menawarkan itu,"imbuhnya. Ridwan Kamil juga berpesan kepada para pemuda untuk menjadi pemuda pencari solusi bukan orang yang selalu berkomen dan mencaci maki saja. (Dudy Supriyadi)
Masalah yang kedua, lanjutnya, agar pemuda memiliki tren aktif dalam masalah bangsa. Ia mengatakan peran aktif yang relevan sekarang adalah masalah bencana asap. Untuk itu, ia akan menkordinasikan dengan Kadispora Kota Bandung agar setelah uang Bobotoh terkumpul dapat bisa disumbangkan. "Saya punya target sekitar 500 juta, kita akan kirimkan pemuda-pemuda yang sudah terbiasa untuk mengirimkan bantuan ke Sumatra dan Kalimantan," ungkapnya. Selain itu untuk membantu korban asap, Walikota menawarkan bantuan jika ada warga Sumatera dan Kalimantan yang mengungsi ke Bandung. Dirinya tidak keberatan dengan hal tersebut. Namun jika jumlah yang mengungsi itu siginifakan, ia akan mengatur dan mencarikan rumah singgah. "Kita kan negara demokrasi dan NKRI. Bukan tidak keberatan, justru saya menawarkan itu,"imbuhnya. Ridwan Kamil juga berpesan kepada para pemuda untuk menjadi pemuda pencari solusi bukan orang yang selalu berkomen dan mencaci maki saja. (Dudy Supriyadi) 




























