Kemdikdasmen Pasang Alat Penyaring Udara di Sekolah

Kemdikdasmen Pasang Alat Penyaring Udara di Sekolah
Padang, Obsessionnews - Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Selasa (27/10) memasang uji coba penyaring udara di sekolah di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Penyaring udara dipasang di sekolah-sekolah agar siswa aman belajar dan tidak terganggu akibat kabut asap. Staf Ahli Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kemdikdasmen, Ananto Kusuma Seta mengatakan, uci coba penyaring udara yang dilpasang di SD Percobaan jalan Ujung Gurun Kota Padang, itu adalah yang pertama di Indonesia. Menurut Ananto, alat penyaring yang dipakai murah meriah itu efektif untuk mengisolasi ruangan dari partikel berbahaya asap sehingga bisa digunakan untuk belajar. Pemerintah memasang alat itu sebagai solusi untuk mencari jalan tengah agar siswa tetap bisa belajar, tetapi tidak membahayakan kesehatan mereka. "Kita bekerjasama dengan Institut Tekhnologi Bandung (ITB) untuk mencari inovasi penyaring udara agar bisa digunakan di kelas sehingga siswa tetap bisa belajar," kata Ananto usai memberikan sosialisasi bagi pejabat terkait di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar, Selasa (27/10). [caption id="attachment_69376" align="aligncenter" width="640"]Staf Ahli Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kemdikdasmen, Ananto Kusuma Seta bersama Staf Ahli Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kemdikdasmen, Ananto Kusuma Seta bersama[/caption] Inovasi tersebut menurut dia disebut bunker perlindungan asap dengan konsep menggunakan peralatan murah meriah untuk mengisolasi ruangan dari partikel berbahaya asap sehingga bisa digunakan untuk belajar. Dalam kesempatan yang sama, Dosen Program Studi Kimia ITB, Prof. Zeily Nurachman mengatakan, alat penyaring udara yang disebut bunker perlindungan asap tersebut intinya adalah menyaring udara yang masuk ke ruangan dan memurnikan udara dalam ruangan yang belum tersaring. "Ini pernah diuji coba. Hasilnya, udara dalam ruangan terasa lebih lega daripada udara luar ruangan. Tetapi secara ilmiah memang belum pernah diukur berapa perbedaan kualitas udara tersebut," ujarnya. Benda yang dipakai untuk menyaring udara yang masuk dalam ruangan diantaranya, kasa penyaring air aquarium atau bisa diganti dengan kain. Kemudian, aquarium ukuran kecil 40cm x 25cm x 30cm untuk ruangan sekitar 6 kali 6 meter. Lalu ganggang atau alga hijau untuk diletakkan dalam aquarium. Terakhir kipas angin untuk mendorong percepatan sirkulasi udara. "Agar berfunsgi sebagai bunker perlindungan asap semua ventilasi ruangan ditutup dengan kasa penyaring atau kain. Ini untuk menyaring udara yang masuk ke ruangan," katanya. [caption id="attachment_69377" align="aligncenter" width="640"]Dosen Program Studi Kimia ITB, Prof. Zeily Nurachman Dosen Program Studi Kimia ITB, Prof. Zeily Nurachman[/caption] Selain menggunakan benda dimaksud, bia juga dengan menggunakan kain, tapi harus dibasahi sekali dalam 30 menit agar proses penyaringan lebih baik. "Udara yang lolos dari penyaringan ini, akan disaring lagi secara alami oleh ganggang dalam aquarium," sebut Zeily. Dijelaskan secara alami, makanan ganggang itu adalah partikel asap yang membahayakan kesehatan manusia, jadi semakin banyak ganggang itu, maka akan semakin baik. Upaya lain, membuat tirai air di dalam ruangan disamping menghidupkan kipas angin untuk mempercepat sirkulasi udara. Meski caranya sangat sedernana, tetapi efektif untuk membuat udara dalam ruangan lebih baik dari pada luar ruangan. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar, Bustavidia meminta kepada seluruh kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota di Sumbar supaya mensosialisasikan penggunaan alat penyaring udara di daerah masing-masing. Menurut Bustavidia, apabila uji coba itu berhasil, akan menjadi solusi ke depan, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu akibat kabut asap. (Musthafa Ritonga)