Jokowi Yakin Kerjasama dengan AS Untuk Rakyat Kedua Negara

Jokowi Yakin Kerjasama dengan AS Untuk Rakyat Kedua Negara
Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan resmi selama lebih kurang lima hari di AS. Presiden beserta rombongan terbatas terbang menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ-2 dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pantauan Obsessionnews, rombongan presiden terbang pukul 17.45 WIB untuk lepas landas menuju Washington DC, Amerika Serikat. Turut mendapingi Jokowi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, sedangkan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan tidak diikutkan karena diminta Jokowi fokus menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan. Kunjungan Presiden Jokowi yang merupakan undangan resmi Presiden AS Barack Obama ini, bertujuan meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia-AS, terutama di bidang perdagangan dan investasi, ekonomi digital dan kreatif, serta pengembangan toleransi, dan demokrasi. Dalam kunjungan ini, menurut rencana, selain tentu saja bertemu Presiden Obama, Presiden Jokowi juga akan melaksanakan serangkaian pertemuan dengan pengusahan AS dan akan menyampaikan policy speech di Brooking Institute yang merupakan think thank berpengaruh di dunia. “Dengan ini diharapkan akan mendorong investasi ke Indonesia yang manfaatnya akan dirasakan oleh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/10/2015). Selain itu, Presiden juga akan mendengar dan melihat langsung kisah sukses AS dalam membangun ekonomi digital dan kreatif. “Saya ingin rakyat Indonesia, khususnya dunia usaha nasional, dapat meningkatkan kualitas produksi dan daya saing dengan memanfaatkan teknologi,” kata Presiden. Adapun tema kunjungan resmi ke AS kali ini adalah “Mengembangkan Kemitraan Strategis untuk Perdamaian dan Kesejateraan Bersama". Jokowi yakin bahwa Indonesia dan AS merupakan dua negara dan bangsa yang besar. Sehingga kerjasama di antara keduanya bukan hanya dapat membawa kesejahteraan bagi rakyat di kedua negara namun juga akan memberi manfaat bagi stabilitas dunia. (Has)