Sahara Diharapkan Lahirkan Penulis Handal

Pariaman, Obsessionnews –Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Sumatera Barat, Efendi Jamal, meluncurkan Klub Sanggar Bahasa dan Sastra (Sahara) di aula Balaikota Pariaman, Minggu (18/10/2015). Klub Sahara didirikan oleh sekelompok mahasiswa dan pelajar di Kota Tabuik itu, dan diharapkan akan melahirkan penulis-penulis handal di kemudian hari. (Baca: Mahir Menulis Mudah Kerja di Perusahaan Pers) [caption id="attachment_67396" align="alignnone" width="640"]
Klub Sahara wadah menyalurkan bakat menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa.[/caption] “Si anak hilang telah kembali pulang. Membangkit batang terendam,” ujar Efendi dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com Senin (19/10). Dia menyebut, di era 1980-an di Pariaman berdiri Sanggar Paris. Di tahun-tahun itu banyak penulis dari Pariaman muncul di pentas nasional dan mengharumkan nama Pariaman. “Sekarang alumni Sanggar Paris banyak yang menjadi sastrawan, penulis dan jurnalis. Semoga Klub Sahara mengikuti jejak sukses Sanggar Paris di era itu,” katanya. Perintis Klub Sahara Mardhiyan Novita MZ mengatakan, banyak pelajar dan mahasiswa di Pariaman yang berbakat menulis, tapi tidak memiliki wadah penyaluran kreativitasnya. “Mudah-mudahan lewat Klub Sahara ini generasi muda Pariaman suka menulis dan produktif berkarya,” kata alumni Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada ini. Peluncuran Klub Sahara diawali dengan pementasan drama Penyair Merah Putih yang diadopsi dari novel dengan judul sama karya Mardhiyan Novita MZ. Novel itu ditulis ketika Mardhiyan masih berstatus pelajar di MAN Koto Baru dan bergiat di Sanggar Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail. [caption id="attachment_67397" align="alignnone" width="640"]
Muhammad Subhan (kedua dari kiri), pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia tampil sebagai pembicara dalam talk show Kepenulisan yang diadakan Klub Sahara di aula Balaikota Pariaman, Minggu (18/10/2015).[/caption] Pada kesempatan itu juga diadakan talk show kepenulisan dengan dua orang narasumber, Muhammad Subhan (penulis dan pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia) dan Lili Asnita (Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 4 Bukittinggi sekaligus Instruktur Sanggar Sastra Rumah Puisi). (Baca: FAM Indonesia Sebarkan Semangat Cinta Menulis) Muhammad Subhan mengatakan, kesuksesan Andrea Hirata lewat novel Laskar Pelangi yang kemudian melejitkan nama Belitong patut ditiru generasi muda Pariaman. (Baca: Muhammad Subhan, Motor Penggerak Forum Aktif Menulis Indonesia) Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang mendukung kegiatan-kegiatan kepenulisan generasi muda di kota itu. “Karya sastra bisa menjadi media promosi sebuah kota. Dan hari ini pengarang-pengarang muda Pariaman sedang berjuang mengharumkan nama kotanya. Ini patut kita dukung,” ujar Subhan yang dikenal sebagai motivator kepenulisan dan redaktur sastra di salah satu koran harian terbitan Sumatera Barat. (arh)
Klub Sahara wadah menyalurkan bakat menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa.[/caption] “Si anak hilang telah kembali pulang. Membangkit batang terendam,” ujar Efendi dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com Senin (19/10). Dia menyebut, di era 1980-an di Pariaman berdiri Sanggar Paris. Di tahun-tahun itu banyak penulis dari Pariaman muncul di pentas nasional dan mengharumkan nama Pariaman. “Sekarang alumni Sanggar Paris banyak yang menjadi sastrawan, penulis dan jurnalis. Semoga Klub Sahara mengikuti jejak sukses Sanggar Paris di era itu,” katanya. Perintis Klub Sahara Mardhiyan Novita MZ mengatakan, banyak pelajar dan mahasiswa di Pariaman yang berbakat menulis, tapi tidak memiliki wadah penyaluran kreativitasnya. “Mudah-mudahan lewat Klub Sahara ini generasi muda Pariaman suka menulis dan produktif berkarya,” kata alumni Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada ini. Peluncuran Klub Sahara diawali dengan pementasan drama Penyair Merah Putih yang diadopsi dari novel dengan judul sama karya Mardhiyan Novita MZ. Novel itu ditulis ketika Mardhiyan masih berstatus pelajar di MAN Koto Baru dan bergiat di Sanggar Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail. [caption id="attachment_67397" align="alignnone" width="640"]
Muhammad Subhan (kedua dari kiri), pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia tampil sebagai pembicara dalam talk show Kepenulisan yang diadakan Klub Sahara di aula Balaikota Pariaman, Minggu (18/10/2015).[/caption] Pada kesempatan itu juga diadakan talk show kepenulisan dengan dua orang narasumber, Muhammad Subhan (penulis dan pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia) dan Lili Asnita (Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 4 Bukittinggi sekaligus Instruktur Sanggar Sastra Rumah Puisi). (Baca: FAM Indonesia Sebarkan Semangat Cinta Menulis) Muhammad Subhan mengatakan, kesuksesan Andrea Hirata lewat novel Laskar Pelangi yang kemudian melejitkan nama Belitong patut ditiru generasi muda Pariaman. (Baca: Muhammad Subhan, Motor Penggerak Forum Aktif Menulis Indonesia) Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang mendukung kegiatan-kegiatan kepenulisan generasi muda di kota itu. “Karya sastra bisa menjadi media promosi sebuah kota. Dan hari ini pengarang-pengarang muda Pariaman sedang berjuang mengharumkan nama kotanya. Ini patut kita dukung,” ujar Subhan yang dikenal sebagai motivator kepenulisan dan redaktur sastra di salah satu koran harian terbitan Sumatera Barat. (arh)




























