Pengidap HIV Aids di Bandung Capai 5000 Orang

Pengidap HIV Aids di Bandung Capai 5000 Orang
Bandung, Obsessionnews - Di Bandung sekitar 5000 orang kini mengidap HIV Aids, 1500 diantaranya belum teridentifikasi. Demikian dikatakan Wakil Walikota Bandung. Oded M. Danial, Jumat (2/10), saat menerima Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Bandung di Balaikota Bandung Jl. Wastukancana Bandung. “Saya tadi mendapat gambaran tentang perkembangan pengelolaan penanggulangan HIV Aids di Kota Bandung, Saya sangat prihatin dengan 3500 orang tertular HIV Aids, bahkan jika di total dengan yang belum teridentifikasi diperkirakan 5000 orang, berarti 1500 belum teridentifikasi,” ujar Oded. odedhiv2 Oded mengatakan bahwa KPA Kota Bandung ini membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah kota Bandung “Tadi sudah saya arahkan, sebagai salah satu bentuk perhatian kami adalah program-program mereka diselaraskan dengan program-program pemkot Bandung, saya pun melihat program program mereka sangat membutuhkan tambahan anggaran,” katanya. Apabila peningkatan anggaran terwujud maka diharapkan program yang mereka siapkan akan mampu berbuat banyak dalam penanggulangan HIV dan Aids tersebut. Oded juga menyarankan agar KPA Kota Bandung dalam sosialisasi HIV dan Aids ini bisa berkolaborasi dengan kekuatan lain seperti penyuluh agama. “Penyuluh agama di Kota Bandung itu ada 450 orang, 87 diantaranya sudah PNS, berarti dengan total 30 kecamatan kita bisa berdayakan 15 orang penyuluh agama di satu kecamatan,” paparnya. odehiv3 Peran penyuluh agama diharapkan bersinergi dengan penyuluh, LSM serta berkolaborasi dengan KPA Kota Bandung, selain itudapat pula berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) karena pertimbangan FKDT dapat menyentuh masyarakat, orang tua, dan anak. Sementara itu, ketua harian KPA Kota Bandung Sukarno menghimbau agar masyarakat secara sadar memeriksakan diri agar bisa tercatat. Ia menambahkan sesuai dengan Permendagri No 20 tahun 2007, pihaknya melibatkan masyarakat dalam sosialisasi dan memberikan pemahaman secara menyeluruh di masyarakat. (Dudy Supriyadi)