Salim Kancil Dibunuh, Aktivis Menggugat!

Salim Kancil, seorang warga Lumajang, aktivis lingkungan, terpaksa meregang nyawa akibat menolak penambangan pasir liar beberapa waktu lalu. Kematian Salim menuai reaksi berbagai elemen masyarakat salah satunya di kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Semarang, Obsessionnews - Sebanyak 17 lembaga tergabung dalam Aliansi Semarang untuk Reforma Agraria (ASuRA) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan terkait kematian Salim yang mati dikeroyok karena menolak penambangan pasir liar di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Koordinator acara, Rumiyati mengungkapkan, kegiatan bertajuk No Land No Food, No Land No Life sekaligus memperingati hari Tani Nasional yang kebetulan berdekatan dengan tragedi pembunuhan Salim Kancil pada dua hari kemarin. "Karena kebetulan ada momen dibunuhnya seorang petani dari Lumajang, Samil Kancil. Jadi sekaligus menyikapi hal itu," ujarnya kepada obsessionnews.com di sela acara, Senin (28/9/2015). [caption id="attachment_63540" align="aligncenter" width="640"]
Pembunuhan keji seorang Salim Kancil menjadi bukti bahwa perlindungan masyarakat dari "preman-preman" agraris masih minim. Salim sempat disiksa dan dikeroyok di hadapan warga yang kemudian jasadnya dibuang di jalan dalam keadaan terikat.[/caption] Menurutnya, pembunuhan Salim Kancil adalah bentuk korporasi negara yang tidak melaksanakan reformasi agraria sejak 60 tahun lalu. Pemerintah Indonesia dinilai lebih condong kepentingan pemodal ketimbang buruh tani. "Sehingga disana (Lumajang) bisa menjadi contoh, pembunuhan keji di balai desa yang merupakan bagian terendah dari aparat pemerintah," tegas anggota Walhi Jateng tersebut. [caption id="attachment_63539" align="aligncenter" width="640"]
Rumiyati (berorasi) menyerukan agar pemerintah segera memperhatikan persoalan agraria tidak sebelah mata. Karena hanya melalui kemerdekaan dan kedaulatan kaum tani terhadap lahan, persoalan ekonomi-politik rakyat Indonesia menemukan jalan keluarnya.[/caption] Pangkal krisis agraria, lanjut Rumiyati, akibat regulasi negara yang anti rakyat. Sepanjang 2014, telah terjadi sedikitnya 472 konflik agraria di seluruh Indonesia dengan luasan konflik mencapai 2.860.977 hektar, termasuk penambangan pasir liar oleh PT ANTAM di Kabupaten Lumajang. Lebih mendasar, seperti kasus pembangunan semen di kawasan karst, menunjukkan watak pemerintah pro imperialis saat disandingkan dengan regulasi MP3EI. Pemusatan pulau Jawa selaku destinasi industri dan jasa nasional membuat bermacam ijin pertambangan mudah dikeluarkan. [caption id="attachment_63541" align="aligncenter" width="640"]
Pembunuhan keji seorang Salim Kancil menjadi bukti bahwa perlindungan masyarakat dari "preman-preman" agraris masih minim. Salim sempat disiksa dan dikeroyok di hadapan warga yang kemudian jasadnya dibuang di jalan dalam keadaan terikat.[/caption] Senada dengan Rumiyati, anggota Konsorsium Pembaharuan Agraria Jawa Tengah, Putut Prabowo menilai konflik agraria seringkali dilihat secara horizontal antar warga. Kematian Samsil Kancil mempertontonkan kepentingan modal mengalahkan kepentingan masyarakat. "Itu menunjukkan kelemahan pengawasan dari pemerintah yang lebih tinggi kepada aparat pemerintahnya di tingkatan lokal," tuturnya. ASuRA sendiri mengajukan 5 tuntutan yakni menyatakan bencana asap dan kekeringan sebagai bencana nasional, tolak pembangkit energi berbahan fosil, stop perampasan lahan, stop kriminalisasi rakyat dalam konflik agraria, selesaikan semua konflik agraria dan laksanakan reforma agraria sejati. Aksi tersebut berlangsung tertib mulai menjelang sore hingga malam tiba. (Yusuf IH)
Pembunuhan keji seorang Salim Kancil menjadi bukti bahwa perlindungan masyarakat dari "preman-preman" agraris masih minim. Salim sempat disiksa dan dikeroyok di hadapan warga yang kemudian jasadnya dibuang di jalan dalam keadaan terikat.[/caption] Menurutnya, pembunuhan Salim Kancil adalah bentuk korporasi negara yang tidak melaksanakan reformasi agraria sejak 60 tahun lalu. Pemerintah Indonesia dinilai lebih condong kepentingan pemodal ketimbang buruh tani. "Sehingga disana (Lumajang) bisa menjadi contoh, pembunuhan keji di balai desa yang merupakan bagian terendah dari aparat pemerintah," tegas anggota Walhi Jateng tersebut. [caption id="attachment_63539" align="aligncenter" width="640"]
Rumiyati (berorasi) menyerukan agar pemerintah segera memperhatikan persoalan agraria tidak sebelah mata. Karena hanya melalui kemerdekaan dan kedaulatan kaum tani terhadap lahan, persoalan ekonomi-politik rakyat Indonesia menemukan jalan keluarnya.[/caption] Pangkal krisis agraria, lanjut Rumiyati, akibat regulasi negara yang anti rakyat. Sepanjang 2014, telah terjadi sedikitnya 472 konflik agraria di seluruh Indonesia dengan luasan konflik mencapai 2.860.977 hektar, termasuk penambangan pasir liar oleh PT ANTAM di Kabupaten Lumajang. Lebih mendasar, seperti kasus pembangunan semen di kawasan karst, menunjukkan watak pemerintah pro imperialis saat disandingkan dengan regulasi MP3EI. Pemusatan pulau Jawa selaku destinasi industri dan jasa nasional membuat bermacam ijin pertambangan mudah dikeluarkan. [caption id="attachment_63541" align="aligncenter" width="640"]
Pembunuhan keji seorang Salim Kancil menjadi bukti bahwa perlindungan masyarakat dari "preman-preman" agraris masih minim. Salim sempat disiksa dan dikeroyok di hadapan warga yang kemudian jasadnya dibuang di jalan dalam keadaan terikat.[/caption] Senada dengan Rumiyati, anggota Konsorsium Pembaharuan Agraria Jawa Tengah, Putut Prabowo menilai konflik agraria seringkali dilihat secara horizontal antar warga. Kematian Samsil Kancil mempertontonkan kepentingan modal mengalahkan kepentingan masyarakat. "Itu menunjukkan kelemahan pengawasan dari pemerintah yang lebih tinggi kepada aparat pemerintahnya di tingkatan lokal," tuturnya. ASuRA sendiri mengajukan 5 tuntutan yakni menyatakan bencana asap dan kekeringan sebagai bencana nasional, tolak pembangkit energi berbahan fosil, stop perampasan lahan, stop kriminalisasi rakyat dalam konflik agraria, selesaikan semua konflik agraria dan laksanakan reforma agraria sejati. Aksi tersebut berlangsung tertib mulai menjelang sore hingga malam tiba. (Yusuf IH) 




























