Aher Belasungkawa Kepada Jamaah Korban Mina

Aher Belasungkawa Kepada Jamaah Korban Mina
Bandung, Obsessionnews - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) menyampaikan belasungkawa kepada jamaah asal Jabar yang meninggal pada tragedi Mina, Senin pagi (28/9). Aher sebagai Amirul Hajj Jawa Barat (Jabar) menyatakan belasungkawa atas korban meninggal musibah Mina asal Jabar. Menurut Aher, semoga korban meninggal tercatat sebagai syuhada di hadapan Allah Swt. "Kami berharap kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kesabaran untuk menerima musibah ini," kata Aher kepada Humas Pemprov Jawa Barat dari Pondokan Al-Isla, Aziziyah, Mekkah. Gubernru Jabar ini mengaku selain berduka pihaknya juga berharap pihak berwenang, terutama Kerajaan Saudi Arabia dan Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, untuk segera menginvestigasi dan menemukan jamaah lain yang belum ditemukan. "Kami berharap segera membuahkan hasil, agar ada kejelasan yang membuat semua pihak bisa tahu terkait sanak saudaranya yang masih belum diketahui kepastiannya," tegas Aher. Beberapa hari sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar Dadang Romansyah mengatakan, empat warga Banjar menjadi korban yakni Atang Gumawang (41) dan istri, Ima Rismawati, serta Dikdik Muhammad Tasdik (36) dan istri, Ira Kusmira. Keempatnya satu keluarga asal Cikabuyutan Barat, Kec. Pataruman, Kota Banjar. Sejumlah nama dan asal kloter kemungkinan besar dari Jawa Barat seperti Eti Kusmiati, Koko Koswara, dan Dadang Barmara Memet yang berasal dari Kloter Jakarta-Bekasi (JKS) 61. Namun konfirmasi dari keluarga belum diperoleh. Aher, Jumat (25/9) sudah mendatangi Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin ketika terjadi simpang siur nama jamaah haji Jabar yang jadi korban musibah di Mina. Selain menanyakan perihal kepastian warganya, Aher meminta warga Jabar tetap tenang dan sabar menunggu informasi resmi dari pihak terkait. Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat menjelaskan hingga Minggu (27/9) pukul 12.00 WAS jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia berjumlah 34 orang. Berikut jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia dalam insiden Mina, Kamis (24/9) lalu. 1. Hamid Atwi Tarji Rofia (SUB 48/B1467965). 2. Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (BTH 14/A2708446). 3. Abdul Karim Sumarmi Idris (SUB 48/B1023417). 4. Eti Kusmiati Idit Supriadi (kloter JKS 61 nomor paspor B0932959). 5. Nani Unah Ratnani (JKS 61/B0745299). 6. Mohammad Yuhan Suprianto (JKS 61/A5737138). 7. Koko Koswara Oyong Suwaryo (JKS 61/B0732931). 8. Adryansyah Idris Usman (BTH 14/A3826040). 9. Dede Kurniasih Sulaeman (JKS 61/B0745305). 10. Dadang Barmara Memed (JKS 61/B0214365). 11. Yahman Mistan Meslan (UPG 10/B0693120). 12. Ratna Abdul Gani Muhammad (BDJ 1/A0912791) 13. Susimah Slamet Abdullah (SOC 62/B0874968). 14. Abdul Halim bin Ali Satina (SUB 48/A4514455). 15. Nero Sahi Astro, (SUB 48/B1225386). 16. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo (SUB 61/B1045049). 17. Siti Muanifah Zainudin Sahlan (SUB 61/B1469941). 18. Rasno Asyidik Kardan (JKS 61/B0745304). 19. Sri Prabandari Markani (SOC 62/B0875692). 20. Nabaha Matsen Tarif (BTH 14/B1306146). 21. Reni Arfiani Kaherdin (BTH 14/B1311784). 22. Ponpon Sadjaah Sastrapradja (BTH 14/B0524212). 23. Tanti Puspitawati Suharsono (JKS 61/B092927). 24. Rina Ocktarina Siroz Thoyib (JKS 61/A3729946). 25. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni (JKS 61/B0932973). 26. Erik Suryaman Aceng Kartika (JKS 61/B0933000). 27. Eni Sukarni Oyo (JKS 61/B0724661). 28. Atik Suryati Suarno (JKS 61/B0732946). 29. Endang Sutiana Atang (JKS 61/B0929866). 30. Debi Merlindayani Hamdani (JKS 61/B0476595). 31. Wisma Widyana Puspitasari (JKS 61/B1211713). 32. Tasmudji Agung Seputro (SUB 48/B1225358). 33. Muzayyana Tahir Saruni (SUB 48/B1467939). 34. Nadjemiah Samad Madjida (UPG 10/B0693478). Menurut Aher, sekalipun bencana ini beruntun setelah insiden crane beberapa waktu lalu, pada prinsipnya kita tidak dapat mengubah apa yang sudah terjadi dan harus ridho dan sabar atas ketetapan-Nya. Juga, tidak bisa memastikan apa yang terjadi di masa depan, sehingga tidak harus berkubang dengan aneka penyesalan, apalagi kekhawatiran berlebih ke depan dalam melaksanakan ibadah haji. "Di sisi lain, mari kita dorong bersama kepada pemerintah Kerajaan Saudi Arabaia untuk melakukan perbaikan demi kenyamanan jamaah ke depan," katanya seraya menambahkan, pihaknya tetap berterima kasih terhadap pelayanan yang baik dari Kerajaan selama ini. Aher mengaku setiap hari banyak jamaah Jabar yang mengabarkan infomasi terkait belum kembalinya sejumlah orang dengan mendatangi langsung pondokan Gubernur Jabar di Al-Isla tersebut. Akan tetapi, keterbatasan mobilitas dan legalitas operasional yang sepenuhnya di tangan Kepala Daker Mekkah, membuat pihaknya sebatas menunggu kepastian informasi valid dari Kepala Daker Mekkah. Bahkan, ketika peristiwa Mina terjadi, seluruh jemaah (termasuk rombongan Gubernur) yang sudah ada di maktab diisolasi otoritas setempat guna menghindari kejadian tidak diinginkan yang lebih besar. "Kondisi cuaca juga esktrem, ketika siang hari suhu bisa sampai 50 derajat celcius. Karena itulah, sekalipun kami sudah mendatangi langsung Menteri Agama, namun penanganan sepenuhnya berada di tangan Daker," pungkasnya. (Dudy Supriyadi)