Menkop Yakin Penurunan Bunga KUR Bisa Buat Ekonomi Semakin Geliat

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga didampingi Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Kemenkop, Braman Setyo mengunjungi bank pelaksana untuk meninjau penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMK. Pantauan Obsessionnews, ada dua bank pelaksana di Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan dikunjungi Menkop Puspayoga, yakni Kantor Cabang Bank Mandiri Melawai dan Kantor Cabang Utama BNI Melawai. Menkop juga berkesempatan berdialog dengan pimpinan bank pelaksana dan penerima KUR. "Kita harus pantau terus bagaimana kesiapan bank pelaksana, bagaimana animo masyarakat. Kita sudah keliling Indonesia di Sumatera, Sulawesi, di Jawa," ujar Puspayoga kepada wartawan, Selasa (15/9/2015). Puspayoga mengatakan kebijakan pemerintah yang memutuskan menurunkan bunga KUR dari 22 persen menjadi 12 persen bisa memberikan keuntungan tidak hanya kepada bank pelaksana tetapi juga menggairahkan sektor UKM di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kalau dulu dia (UKM) bayar bunga 22 persen, sekarang 12 persen. Artinya sudah ada untung 10 persen minimal sudah ada. Dan saya tanya kepada beberapa yang menerima KUR, ada warung tegal, warung padang, minimal pendapatan mereka 1,5 juta per hari dan minimal pekerja mereka 3 orang satu warung nah ini UKM ini memang menjadi backbone-nya ekonomi Indonesia. Di dalam pelemahan ekonomi mereka masih survive," katanya. Dia yakin dengan kebijakan penuruan bunga KUR ini bisa membuat ekonomi kerakyatan kita makin bergeliat, apalagi mulai tahun depan, bunga KUR akan kembali diturunkan menjadi 9 persen. Dengan demikian menurutnya pemerintah bisa memangkas prosentase gini rasio. "Nah inilah tujuan kita bagaimana kita bersinergi pemerintah, bank pelaksana dan tentunya para nasabah-nasabah itu, sehingga uang dari kredit yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik," ucap Menkop. (Has)





























