Jumlah Petani di Indonesia Terus Menurun

Jumlah Petani di Indonesia Terus Menurun
Bandung, Obsessionnews - Kepala Bidang Pendidikan Kementan RI, Dr drh Maya Purwanti MS mengatakan jumlah tenaga kerja pertanian terus menurun. Menurut Maya, ketersediaan petani di Indonesia saat ini sebagian besar berada pada usia 45 tahun ke atas, dengan rata-rata berpendidikan rendah dan masih menggunakan metode konvensional. Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI menyebutkan, terjadi penurunan serapan tenaga kerja pertanian sebesar 0,64% per tahun. “Makin lama tenaga kerja yang bekerja di pertanian semakin sedikit,” ujarnya.  Maya menjadi pembicara Seminar Nasional dan Focus Group Discussion Pendidikan Agrodi Bale Sawala Unpad Kampus Jatinangor. Seminar yang digelar hingga Jumat (4/09) esok ini digelar oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpad. Selain Maya, hadir yang terdiri dari akademisi, hingga praktisi pertanian. Hadir pula pembicara dari University of Tasmania, Australia, dan University of Nebraska Liincoln, Amerika Serikat. Maya menerangkan, pemerintah menargetkan menuju kemandirian pangan melalui Program Nawacita. Target tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan pelaku utama pangan, terutama petani dan nelayan. “Dari segi penguatan tesebut, kami (BPPSDMP) berfokus pada penguatan lembaga pertanian serta peningkatan kapasitas SDM pertanian,” kata Maya. Guna mengejar target tersebut, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi. Keterlibatan dosen dan mahasiswa melalui berbagai riset diharapkan mampu mewujudkan target tersebut. Selain itu, jumlah SDM di bidang pertanian diharapkan akan meningkat seiring kerja sama tersebut. Kerja sama dengan Perguruan Tinggi juga dilakukan guna mencetak wirausahawan muda di bidang pertanian. Menurut Maya, saat ini baru 10% wirausahawan muda hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti yang benar-benar menjadi wirausahawan di bidang pertanian. (Dudy Supriyadi)