Setelah Sempat Anjlok, IHSG Diperkirakan Menguat

Jakarta, Obsessionnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok 61 poin pada perdagangan kemarin (2/9), berhasil membaik hingga akhirnya hanya terkoreksi 11,188 poin (0,25%) di 4401,293. Penurunan IHSG kemarin, turut dipengaruhi pelemahan rupiah atas dolar AS di angka Rp 14.137. Aksi beli selektif, terutama melanda sejumlah saham unggulan seperti Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya menguat 3,5% dan Astra International Tbk (ASII) yang juga menguat 4,8%. Sejumlah rencana buyback saham emiten BUMN pun turut menopang rebound sejumlah saham unggulan di akhir sesi. Sementara itu, menurut pantauan analis First Asia Capital David Setyanto, bursa saham global tadi malam berhasil rebound setelah tertekan hari sebelumnya. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street setelah sehari sebelumnya sempat tertekan hampir 3% tadi malam berhasil rebound masing-masing menguat 1,82% dan 1,83% ditutup di 16351,38 dan 1948,86. Selanjutnya, Indeks Nasdaq melonak hampir 2,5% di 4749,98. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS setelah sempat anjlok 4% di sesi awal, akhirnya berhasil menguat tipis 1,4% di US46,05/barrel. Penguatan pasar saham global tadi malam menurut David, seiring rendahnya tekanan jual di pasar kawasan Asia terutama pasar saham China dan ditopang juga oleh data ekonomi AS yang keluar tadi malam. Penguatan di Wall Street, terutama ditopang oleh saham-saham berbasiskan teknologi seperti Apple Inc. dan Microsoft Corp. Kondusifnya pergerakan pasar saham global tadi malam, diperkirakan akan berdampak pada perdagangan hari ini. Pasar diperkirakan akan kembali mengakumulasi sejumlah saham sektoral menyusul rendahnya kekhawatiran gejolak di pasar saham China yang libur akhir pekan ini. IHSG sendiri, diperkirakan bergerak dengan support di 4365 dan resisten di 4440 bahkan cenderung menguat.(Mahbub Junaidi)




























