IHSG Hari Ini Diperkirakan Bergerak Positif

Jakarta, Obsessionnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan kemarin (17/8), ditutup flat di 4585,391 atau hanya naik tipis 1,14 poin. Penguatan lanjutan indeks tertahan akibat resiko pasar yang masih tinggi ditandai dengan pelemahan rupiah atas dolar AS menyusul pergerakan mata uang Yuan China yang masih beresiko. Nilai tukar rupiah atas dolar AS akhir pekan lalu tutup di Rp 13.763 cenderung melemah. Pemodal asing di pasar saham masih melanjutkan penjualannya. Selama sepekan kemarin, penjualan bersih asing mencapai Rp 3 triliun melanjutkan penjualan bersih asing pekan sebelumnya Rp905 miliar. Sedangkan IHSG sepekan koreksi 3,9% dan koreksi ini telah berlangsung selama enam pekan berturut-turut. Nilai tukar rupiah atas dolar AS selama sepekan terakhir anjlok 1,7%. Pasar saham selama sepekan kemarin, menurut riset David Setyanto dari First Asia Capital ditandai meningkatnya resiko pasar terutama terimbas langkah bank sentral China (PBoC) yang mendevaluasi Yuan hingga 3% yang mengakibatkan mata uang emerging market seperti rupiah terkena dampak negatifnya. Dari internal, data neraca pembayaran Indonesia 2Q15 yang mencatatkan defisit USD 2,95 miliar memburuk dibandingkan 1Q15 yang masih surplus USD1,3 miliar turut meningkatkan tekanan terhadap rupiah. Ini, terutama akibat naiknya defisit transaksi berjalan 2Q15 menjadi USD4,48 miliar atau 2,05% PDB dibandingkan 1Q15 sebesar USD3,8 miliar atau hanya 1,8% PDB. Sementara Wall Street tadi malam berhasil melanjutkan penguatan pekan lalu. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,39% dan 0,52% tutup di 17545,18 dan 2102,44. Penguatan dipicu rendahnya kekhawatiran devaluasi Yuan dan data pembangunan rumah yang naik tercermin dari indeks Housing Market Agustus di 61 naik dari bulan sebelumnya di 60. Namun, pasar kembali fokus pada kebijakan tingkat bunga The Fed seiring perkembangan positif perekonomian AS. Perkembangan positif Wall Street dan sentimen kawasan Asia menurut David membuat pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan bervariasi. Pergerakan mata uang rupiah atas dolar AS akan menjadi katalis bagi pergerakan indeks. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4560 dan resisten di 4600 berpeluang menguat terbatas ditopang peluang penguatan rupiah.(Mahbub Junaidi)





























