Menhan Marah Besar Atas Insiden Penurunan Bendera Merah Putih

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberi peringatan keras kepada pemerintah Papua New Guinea (PNG) atas insiden penurunan bendera yang dilakukan oleh 14 tentara negara itu. "Saya ingatkan itu yang pertama dan terakhir, tidak ada yang kedua," ujar Ryamizard di sela-sela puncak peringatan HUT Pramuka ke-54 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu (16/8/2015). Ryamizard mengatakan sebagai negara tetangga PNG harus menunjukkan sikap saling menghormati dengan negara lain. Apalagi menurutnya, penurunan bendera negara lain bisa memicu konflik sesama. "Saya mengingatkan gak boleh menurunkan bendera orang, kita gak pernah menyuruh menurunkan bendera orang, menghormati, dia tentara menyuruh orang menurunkan," tegasnya kembali. Pemerintah Indonesia rencananya akan mengirimkan nota diplomatik ke pemerintah PNG sebagai langkah protes atas insiden tersebut. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku sudah melaporkan insiden tersebut kepada kemhan. Insiden penurunan bendera merah putih itu terjadi di Rawa Biru Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, atau wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga PNG. 14 militer PNG menyuruh warga setempat untuk menurunkan bendera merah putih yang dipasang dalam menyambut HUT RI ke-70. Pihak TNI melalui Kementerian Pertahanan akan segera mencari tahu identitas ke-14 prajurit PNG itu. Hingga kini belum dapat mengungkap motif penurunan merah putih oleh militer PNG. Setelah nota diplomatik dikirimkan diharapkan pemerintah PNG segera menjawab keberatan Indonesia. (Has)




























