Hari Kedua OP Daging Sapi di Bandung Lebih Kondusif

Bandung, Obsessionnews - Hari ke-2 Operasi Pasar (OP) daging sapi di kota Bandung lebih kondusif. Setelah kemarin OP mendapat protes dari pedagang daging sapi di pasar Kosambi Bandung. Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Kota Bandung kembali menggelar OP daging sapi di tiga pasar tradisional di kota Bandung, Senin (10/8). Ke-3 pasar tradisional tersebut, yakni pasar Cihaurgeulis, Sederhana dan Kosambi. Menurut salah seorang petugas OP di pasar Cihaurgeulis jalan Surapati Bandung Setiawan pihaknya menyiapkan 2 ton daging sapi tanpa tulang dijual seharga Rp. 90 ribu/kg. "Kalau kemarin sampai pukul 14.30 Wib habis 144 kg kebanyakan pembeli adalah pedagang baso," ujar Setiawan.
Setiawan sendiri mengaku, sebelum digelar OP, dirinya membeli daging sapi di pasar induk Gedebage Bandung Timur dengan harga Rp. 140 ribu/kg. "Ya karena butuh untuk sebuah acara terpaksa dibeli," ucapnya. Menurut dia, untuk di pasar Cihaurgeulis mobil box yang dilengkapi freezer baru bisa masuk sekitar halaman pasar pukul 08.00 Wib dari pukul 06.00 Wib pihaknya menunggu, karena adanya pasar tumpah di halaman pasar tersebut. "Daging sapi yang dijual di OP ini dari Rumah Pemotongan Hewan atau RPH Bekasi dengan kualitas cukup baik," ujarnya.
OP daging sapi dijaga aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mogok para pedagang daging sapi di kota Bandung dipicu naiknya harga daging sapi, karena pengurangan kuota impor sapi dari 287 ekor menjadi 50 ribu ekor di triwulan ke 3 ini, hal ini dibenarkan Kepala Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah di tempat terpisah, sehingga pihaknya segera mengumpulkan para pengusaha daging sapi untuk mengetahui aspirasi mereka. Mogok para pedagang daging sapi ini akan berlanjut hingga tanggal 12 Agustus mendatang seiring dengan surat edaran dari Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (Apdasi) Jabar. (Dudy Supriyadi)
Setiawan sendiri mengaku, sebelum digelar OP, dirinya membeli daging sapi di pasar induk Gedebage Bandung Timur dengan harga Rp. 140 ribu/kg. "Ya karena butuh untuk sebuah acara terpaksa dibeli," ucapnya. Menurut dia, untuk di pasar Cihaurgeulis mobil box yang dilengkapi freezer baru bisa masuk sekitar halaman pasar pukul 08.00 Wib dari pukul 06.00 Wib pihaknya menunggu, karena adanya pasar tumpah di halaman pasar tersebut. "Daging sapi yang dijual di OP ini dari Rumah Pemotongan Hewan atau RPH Bekasi dengan kualitas cukup baik," ujarnya.
OP daging sapi dijaga aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mogok para pedagang daging sapi di kota Bandung dipicu naiknya harga daging sapi, karena pengurangan kuota impor sapi dari 287 ekor menjadi 50 ribu ekor di triwulan ke 3 ini, hal ini dibenarkan Kepala Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah di tempat terpisah, sehingga pihaknya segera mengumpulkan para pengusaha daging sapi untuk mengetahui aspirasi mereka. Mogok para pedagang daging sapi ini akan berlanjut hingga tanggal 12 Agustus mendatang seiring dengan surat edaran dari Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (Apdasi) Jabar. (Dudy Supriyadi)





























