Gus Solah: Jokowi Jangan Dijatuhkan!

Gus Solah: Jokowi Jangan Dijatuhkan!
Surabaya, Obsessionnews - Bangsa Indonesia harus menerima bahwa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memiliki banyak kelemahan. Namun bangsa ini harus menyadari bahwa upaya pelengseran Jokowi dari jabatannya sebagai Presiden di tengah masa pemerintahannya, akan dibayar mahal oleh Indonesia. ‎ “Bangsa Indonesia harus mendukung dan sekaligus menjamin masa pemerintahan Presiden Joko Widodo akan berjalan sampai pada purna baktinya,” tegas Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang, Gus Solah panggilan akrab KH Salahuddin Wahid, Senin (13/7). Menurut adik kandung Gus Dur ini, bentuk dukungan terhadap pemerintahan Joko Widodo, yakni memberi masukan dan saran yang diperlukan kepada presiden. Jadi harus disadari bahwa Joko Widodo memang tidak memiliki pengalaman sebagai presiden sehingga kalau ada kelemahan di sana-sini ya harus dibantu. “Kita semua harus bekerja keras untuk membangun Indonesia lebih baik. Pelengseran Joko Widodo bukan jalan terbaik dan berbiaya mahal,” kata Salahuddin Wahid. Pada kesempatan itu, Gus Solah mengingatkan Joko Widodo pada empat hal yang pernah disampaikan dalam pertemuan di kediamannya di Jakarta pada saat pencapresannya pada tahun lalu. Yakni, Penegakan Hukum, Reformasi Birokrasi, Pemerataan Hasil Pembangunan dan Pendidikan. “Dari keempat prioritas itu, hukum menempati posisi pertama untuk diperhatikan. Jika keempat persoalan ini bisa diselesaikan, Indonesia akan menjadi negara yang diidam-idamkan para pendiri negara,” tegas Gus Solah. Dijelaskan lebih lanjut, kesalahan dalam pemilihan menteri bisa saja terjadi karena Joko Widodo hanya dalam waktu singkat masuk dalam lingkungan baru dengan begitu banyak pilihan. “Para menteri yang kinerjanya tidak baik memang sebaiknya harus segera diganti dan sementara yang baik sebaiknya dipertahankan. Gus Solah kemjudian menyebutkan beberapa menteri yang olehnya dinilai baik termasuk di dalamnya Menteri Pendidikan Anis Baswedan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa, Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir. (GA. Semeru)