‎Gubernur: Berita Raung Jangan Cemaskan Warga

‎Gubernur: Berita Raung Jangan Cemaskan Warga
Surabaya, Obsessionnews - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menghimbau kepada media massa menginformasikan aktivitas vulkanik Gunung Api Raung sesuai dengan apa yang terjadi. “Tidak usah ditambah-tambah karena bisa membuat masyarakat cemas,” pintanya saat meninjau Pos Pantau Gunung Raung di Desa Sumber Arum Kec. Sonnggon Banyuwangi, Minggu (12/7/2015). ‎Sebagai solusinya, pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu minta seluruh masyarakat dengan didampingi pemerintah, TNI, Polri, dan stake holder lainnya selalu menjaga keadaan dengan cara menciptakan harmonisasi dengan bencana. “Gunung Raung bertahun-tahun telah memakmurkan masyarakat, menyuburkan tanah. Oleh karena itu biarlah dia beraktifitas. Sabar dan pelihara gotong-royong salah satu cara untuk mengatasinya. Setiap bencana berarti menguji kegotong-royongan berbagai pihak,” ungkapnya. Pakde Karwo menegaskan, yang terjadi di Gunung Raung dikategorikan sebagai bencana provinsi. Semua pengendalian akan dilakukan oleh Pemprov Jatim termasuk menyiapkan nutrisi bayi yang bergizi juga menyiapkan ahli psikologi untuk mendampingi masyarakat terdampak. Di kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, aktifitas Gunung Raung belum mengganggu aktifitas masyarakat terdampak. “Aktifitas masyarakat berjalan normal,” jelasnya. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi tidak ada warga yang berdiam di KRB (Kawasan Rawan Bencana) di Ring III (0- 3 km) dan di Ring II (3- 10 Km). Sedangkan warga yang berdiam di wilayah Ring I (10 km) berjumlah 52 jiwa atau 18 KK. Aktifitasnya Gunung Raung kali ini berpotensi memberi dampak pada sebanyak 23.062 jiwa yang tersebar di 4 kecamatan, 10 desa, 17 dusun. Kecamatan yang diperkiraan terdampak yakni Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, Kecamatan Sempu dan Kecamatan Songgon. (GA Semeru)