TNI Dituntut Banahi Alutsista dan Kesejahteraan

Jakarta, Obsessionnews - Anggota Komisi I DPR RI Pramono Anung menilai persediaan alustista milik TNI sebenarnya tidak memiliki banyak masalah. Sebab, setelah diembargo beberapa alustista sudah mengalami modernisasi. Hanya saja, kata dia, memang sebagian alutsista masih ada kelemahan. Menurutnya, kelemahan itu salah satunya adalah keterbatasan pesawat terbang milik TNI, meski sudah ada pesawat yang baru. Namun, pesawat yang sudah uzur (tua) tetap masih dipergunakan untuk mendukung kegiatan TNI. Seperti insiden jatuhnya Pesawat Hercules milik TNI. "Tapi ini belum cukup dan hal ini terbukti dengan berbagai macam kejadian termasuk kejadian yang di Medan," ujar Pramono, di DPR, Rabu (1/7/2015). Untuk itu kata Pram, ke depan ini menjadi tugas penting bagi Panglima TNI untuk memperbaiki alutsista. Pasalnya, sebagai negara kepulauan dan maritim Indonesia memerlukan alat pertahanan yang kuat. "Jadi, tugas Panglima TNI yang baru selain modernisasi alutsista juga harus meningkatkan kesejahteraan prajurit," terangnya. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menuturkan, persoalan TNI tidak lepas dari dua hal tersebut. Adanya, bentrok antar anggota TNI dengan anggota Kepolisian. Itu disebabkan, karena kesejahteraan mereka dirasa belum terjamin. Terlebih mereka yang yang sudah memiliki keluarga. Persoalan ini kata Pram, juga sudah dibicarakan dengan Sutiyoso pada saat melakukan uji kepatutan dan kelayakan calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Komisi I DPR Selasa (30/6/2015). Komisi I sudah sepakat dengan calon Ka BIN untuk menambah anggaran alat pertahanan alutista. Menurut Pram, anggaran untuk modernisasi alutsista sebenarnya sudah besar. Namun, persoalannya ada terkait dengan penyerapan di kementerian. "Di kementerian-kementerian saya dengar serapannya rendah termasuk Kementerian Pertahanan dan TNI maka dengan demikian harus ada payung hukum agar perencanaan pembangunan Presiden ini bisa dipercepat sebab tidak ada arti jika serapan rendah," pungkasnya. (Albar)




























