Awas! Gempa Dahsyat Berpotensi Terjadi di Mentawai

Awas! Gempa Dahsyat Berpotensi Terjadi di Mentawai
Padang, Obsessionnews - Energi gempa 9 Skala Richter di kawasan Mentawai, Sumatera Barat, masih tersimpan. Potensi tersebut diketahui, setelah 10 peneliti geofisika kelautan asal Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP), Earth Observatory Singapore Nanyang Technological University (EOS-NTU), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan banyak patahan aktif di bagian barat Sumatera tepatnya di Kepulauan Mentawai. Selama 32 hari melakukan penelitian dengan menggunakan kapal Falkor milik Schmidt Ocean Institute Amerika Serikat, tim peneliti juga mengklaim telah berhasil melakukan pengambilan data seismik beresolusi tinggi dan data paras dasar laut. Melalui penelitian bertajuk Mentawai Gap Tsunami Earthquake Risk Assessment (MEGA-TERA), Salah seorang peneliti dari IPGP, Profesor Satish Singh mengatakan, dari dua lokasi yang menjadi objek penelitian, masing-masing di cekungan Wharton dan kawasan sebelah barat Pulau Siberut, ditemukan banyak patahan aktif di dekat palung dengan arah berbeda-beda, baik di lempeng yang tersubduksi maupun lempeng diatasnya. Para peneliti yang melakukan penelitian bertajuk Mentawai Gap Tsunami Earthquake Risk Assessment (MEGA-TERA), memprediksi potensi kekuatan gempa yang tersimpan di pertemuan lempeng dimaksud mencapai 9 Skala Richter yang diiringi dengan tsunami. Namun, kejadinnya tidak bisa ditentukan kapan energi tersebut dilepaskan. “Penelitian ini sangat menarik. Kami telah mencitrakan dasar laut, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Kekuatan gempa yang mungkin ditimbulkan bisa mencapai 9 SR, bisa jadi lebih rendah karena kekuatannya sudah ada yang keluar tahun 2010 lalu,” kata Satish Singh usai bertemu dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Auditorium Gubernuran, Selasa (23/06). Hal yang sama, salah seorang peneliti dari LIPI Nugroho Hananto mengatakan, penelitian dilakukan untuk melihat pergerakan zona subduksi di Mentawai. Hasilnya penelitian selama 32 hari itu selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah guna mengambil langkah kebijakan untuk menyusun mitigasi bencana. Upaya itu perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan bencana yang ditimbulkan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya gempa yang diiringi tsunami, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah menyiapkan mitigasi bencana, baik dalam bentuk sosialisasi dan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat. Kemudian membangun sejumlah jalur evakuasi, membangun shelter sebagai tempat penyelamatan bagi warga apabila gempa terjadi yang diiringi tsunami. Upaya itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi korban jiwa jika terjadi tsunami. “Kita sudah petakan daerah rawan. Di situ kita bangun shelter untuk menampung masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi tsunami. Kita memperbanyak pembangunan untuk memudahkan warga menyelamatkan diri,” kata Irwan Prayitno. Dalam kesempatan itu, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake mengatakan, Amerika mendukung kerja yang dilakukan para peneliti untuk melakukan riset tentang sains ataupun teknologi di wilayah perairan Sumbar. (Musthafa Ritonga)