Terbelit Kasus Korupsi, FIFA Tetap Memilih Presiden

Zurich - Pemilihan residen FIFA akan tetap dilaksanakan Jumat 29 Mei walau berlangsung penangkapan atas tujuh pejabat FIFA dalam dakwaan korupsi senilai US$15 juta atau sekitar Rp1,9 trilliun. Salah seorang yang ditangkap dan didakwa adalah Wakil Presiden FIFA, Jeffrey Webb. Sementara enam tersangka ditangkap oleh pihak berwenang Swiss, pemerintah Amerika Serikat mendakwa sejumlah individu dan perusahaan. Presiden FIFA, Sepp Blatter, akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan yang kelima dengan satu-satunya saingan, Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania. Dua calon lainnya, Michael van Praag asal Belanda dan Luis Figo dari Portugal, sudah mundur dari pemilihan yang akan digelar di Zurich, Swiss. [caption id="attachment_41604" align="alignnone" width="624"]
Pangeran Ali bin al-Hussein dan Sepp Blatter akan bersaing dalam pemilihan presiden.[/caption] Sementara penyelidikan kriminal lainnya sudah dimulai terkait dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang akan berlangsung di Qatar dan Rusia. FIFA sudah memutuskan tidak akan melakukan pemungutan suara ulang dan kedua negara akan tetap menggelar Piala Dunia. Salah seorang yang didakwa oleh pemerintah Kejaksaan Agung Amerika Serikat adalah Eduardo Li, yang menjabat anggota Komite Eksekutif FIFA dan presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika. Pria keturunan Cina itu terpilih sebagai Tokoh Pilihan 2014 di Kosta Rika -seperti dilaporkan koran La Nacion- karena penampilan timnas Kosta Rika yang mengesankan dalam Piala Dunia 2014 di Brasil. Menyelesaikan pendidikan teknik sipil, Li disebut sebagai 'pencinta sepak bola' dan menjadi presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika pada tahun 2007. (goal.com)
Pangeran Ali bin al-Hussein dan Sepp Blatter akan bersaing dalam pemilihan presiden.[/caption] Sementara penyelidikan kriminal lainnya sudah dimulai terkait dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang akan berlangsung di Qatar dan Rusia. FIFA sudah memutuskan tidak akan melakukan pemungutan suara ulang dan kedua negara akan tetap menggelar Piala Dunia. Salah seorang yang didakwa oleh pemerintah Kejaksaan Agung Amerika Serikat adalah Eduardo Li, yang menjabat anggota Komite Eksekutif FIFA dan presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika. Pria keturunan Cina itu terpilih sebagai Tokoh Pilihan 2014 di Kosta Rika -seperti dilaporkan koran La Nacion- karena penampilan timnas Kosta Rika yang mengesankan dalam Piala Dunia 2014 di Brasil. Menyelesaikan pendidikan teknik sipil, Li disebut sebagai 'pencinta sepak bola' dan menjadi presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika pada tahun 2007. (goal.com) 




























