Lima Tahun Berhenti, Kibar Aktif Kembali

Lima Tahun Berhenti, Kibar Aktif Kembali
Padang, Obsessionnews - Kebut Bukit Barisan (Kibar) aktif kembali setelah sempat berhenti dari tahun 2010, dengan mengadakan Lomba Lintas Alam Nasional Kibar 2015 yang digelar oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Bara (Sumbar). Kegiatan yang diikuti peserta dari Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Aceh itu, berlangsung selama 3 hari pada 9 - 11 Mei 2015. Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai sangat positif "Ini merupakan nilai yang sangat positif, dimana anak muda sebagai generasi penerus bangsa harus melakukan suatu hal yang berkualitas. Alam memberikan segalanya kepada kita, dan alam juga telah mengajarkan tentang arti kehidupan dan kita harus belajar sebagaimana falsafah urang awak Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", kata Muslim Kasim saat pembukaan Lomba Lintas Alam Nasional Kibar 2015 di Aula Fakultas Kedokteran Unand, Jum'at (8/5). Kibar2 Muslim Kasim mengatakan bahwa alammeruakan warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan untuk anak cucu ke depan. "Karena rute yang nanti kalian tempuh adalah rute perjuangan pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dahulu. Jadi saya harapkan para peserta juga menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam kegiatan ini. harus meningkatkan solidaritas dan kerjasama. Seperti tema kegiatan ini, Membangkitkan Nasionalisme Pemuda Indonesia dengan Menjelajah Belantara Nasional," ujar Muslim. Kibar3 Lomba Lintas Alam Nasional Kibar 2015 merupakan ide dan usulan dari Mapala Unand dalam rangka menghidupkan kembali acara KIBAR, untuk menyadarkan para generasi muda mengingat kembali perjuangan para pahlawan pendahulu. Diharapkan dengan kegiatan itu, generasi muda bisa menghargai serta mengisi kemerdekaan dengan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas manusia yang ada. Jarak yang akan ditempuh peserta sepanjang 40 Kilometer, terutama jalur yang dilalui para pahlawan pada masa PDRI. (Musthofa Ritonga)