Harga BBM Menyerah Pada Pasar, Inflasi Terkerek

Harga BBM Menyerah Pada Pasar, Inflasi Terkerek
Jakarta, Obsessionnews - Reformasi di bidang energi dengan menyerahkan penentuan harga pada mekanisme pasar, justru mendorong laju inflasi semakin tinggi. Kebijakan yang seolah menjelma jadi liberal ini pun, membuat daya beli rumah tangga terus turun. Sugiyono, peneliti INDEF dalam keterangan persnya di Jakarta mengatakan, reformasi di bidang energi terutama menyangkut bahan bakar minyak bersubsidi menggunakan pendekatan kebijakan harga keekonomian secara progresif, malah memecut laju inflasi year on year. Tercatat, per April 2015, inflasi sudah menyentuh angka 6,79%. Akhirnya, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga naik sangat kecil karena harus melakukan penghematan. Kenaikannya pun disebut-sebut lantaran pertambahan jumlah penduduk. Sementara itu, pembangunan kilang minyak baru, peningkatan produksi gas, produksi listrik dan konversi bahan bakar listrik malah berjalan lamban karena hingga triwulan I 2015, realisasi belanja pemerintah hanya Rp 7,32 triliyun atau 2,25 % dari APBN. (MBJ)