PLTU Batang Dibangun, Hotel Lokal Masih Sepi

Batang, Obsessionnews - Kecemburuan warga Kabupaten Batang terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih terasa hingga saat ini. Banyak dari mereka merasa kurang mendapat dampak positif dengan didirikannya PLTU. Setidaknya hal itu disampaikan oleh Nur Abadi selaku Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia kepada obsessionnews.com. "Pekerja asing selama ini kalau menginap selalu di Pekalongan. Padahal PLTU-nya dibangun di Batang. Ini bagaimana coba?" ujarnya heran. Padahal seyogyanya pembangunan PLTU diharapkan mampu mendongkrak pendapatan. Namun fakta di lapangan, hotel di Kabupaten Batang belum terisi oleh para pekerja asing milik P.T. Bima Power Indonesia (BPI). "Kalau dilihat mereka (pekerja asing) lebih senang jalan ke Pekalongan. Pemerintah kerjanya apa kok bisa begitu?" Walau demikian, dia menyatakan sejatinya warga Batang setuju dengan dibangunnya PLTU asalkan manfaat pembangunan bisa dirasakan. Dimulai dengan peningkatan pendapatan hotel yang bakal berdampak pada peningkatan roda ekonomi daerah. [caption id="attachment_37159" align="alignnone" width="640"]
Nur Abadi selaku Ketua GMBI mendesak agar pejabat tidak malas dalam melakukan kewajibannya.[/caption] Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Batang, Teguh Rahardjo mengatakan pihak BPI telah memiliki standar penginapan bagi pekerjanya yang berada di luar negeri. "Pihak BPI ga mau hotel yang murah. Di Batang itu belum ada hotel yang sesuai standar mereka," terangnya usai menghadiri rapat. Sebenarnya bisa saja pihak pemkab menggunakan hotel murah tetapi tentu hal tersebut menyalahi hati nurani karena tidak selaras keinginan BPI. "Menggunakan (hotel) yang kecil pun, kami bisa. Malah untung banyak. Tapi kan dosa pak." Oleh sebab itu, DPRD dan Pemkab Kabupaten Batang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang ingin membangun di wilayah ini. "Saya welcome masyarakat Batang yang mau membangun hotel sekelas Pekalongan, kalau ada kami siap memfasilitasi dari perijinan dan lainnya," tutup Teguh. Seperti diketahui hanya ada satu berkualitas tinggi di Kabupaten Batang. Itupun hanya memiliki bintang tiga. Sedangkan pihak BPI menginginkan penginapan dengan kualitas bintang 4 dan 5. (Yusuf IH)
Nur Abadi selaku Ketua GMBI mendesak agar pejabat tidak malas dalam melakukan kewajibannya.[/caption] Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Batang, Teguh Rahardjo mengatakan pihak BPI telah memiliki standar penginapan bagi pekerjanya yang berada di luar negeri. "Pihak BPI ga mau hotel yang murah. Di Batang itu belum ada hotel yang sesuai standar mereka," terangnya usai menghadiri rapat. Sebenarnya bisa saja pihak pemkab menggunakan hotel murah tetapi tentu hal tersebut menyalahi hati nurani karena tidak selaras keinginan BPI. "Menggunakan (hotel) yang kecil pun, kami bisa. Malah untung banyak. Tapi kan dosa pak." Oleh sebab itu, DPRD dan Pemkab Kabupaten Batang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang ingin membangun di wilayah ini. "Saya welcome masyarakat Batang yang mau membangun hotel sekelas Pekalongan, kalau ada kami siap memfasilitasi dari perijinan dan lainnya," tutup Teguh. Seperti diketahui hanya ada satu berkualitas tinggi di Kabupaten Batang. Itupun hanya memiliki bintang tiga. Sedangkan pihak BPI menginginkan penginapan dengan kualitas bintang 4 dan 5. (Yusuf IH) 




























