Golkar Tak Usung Risma

Golkar Tak Usung Risma
Surabaya, Obsessionnews - Sikap ‘jual mahal’ Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang belum menentukan sikap maju lewat partai mana, membuat Partai Golkar tak mengusungnya dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) pada Desember 2015 mendatang. Partai berlambang pohon beringin ini telah menyiapkan sepuluh nama yang siap menandingi popularitas Risma. (Baca Juga: Pasangan Risma-WS Terancam Kandas di Surabaya) [caption id="attachment_37090" align="alignleft" width="170"]Ketua DPD II Golkar Surabaya Muhammad Alyas Ketua DPD II Golkar Surabaya Muhammad Alyas[/caption] Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Surabaya Muhammad Alyas saat dikonfirmasi obsessionnews.com, Rabu (6/5/) mengatakan, saat ini sepuluh nama tersebut tengah digodok melalui mekanisme penjaringan partai. "Saat ini sudah terinventarisasi daftar para figur itu dengan tidak memunculkan sosok Risma," katanya Sepuluh nama yang diajukan Tim Pilkada Golkar Surabaya adalah Dhimam Abror (tokoh pers), Azrul Ananda (pengusaha), Katjung Marijan (akademisi), Muhammad Alyas (Ketua Golkar), Gesang Budiarso (Sekretaris Golkar Jatim), dan Airlangga Satriagung (pengusaha). Selain itu, Golkar juga memasukkan nama Asep Syaifudin (tokoh masyarakat), Zainudin Maliki (akademisi), Dr Nalini (akademisi), dan Siriktsya (tokoh perempuan). Para tokoh tersebut dinilai memilki  akseptabilitas, akuntabilitas, dan kapabalitas yang bisa diandalkan di masyarakat. Selain mengawali penjaringan, mekanisme partai nanti akan sampai pada penentuan bakal calon. Mereka akan disurvei untuk mendapatkan rekomendasi partai. "Kami sengaja lebih dulu menjaring  figur. Nantinya para tokoh itu akan kami lepas ke publik. Bagaimana respons dan feedback masyarakat. Masyarakat yang menjadi acuan dan referensi kami untuk menetapkan bahwa nama-nama itu layak memimpin Surabaya," kata Alyas. Partai mempercayakan penjaringan figur yang layak menjadi bakal calon wali kota dari Golkar kepada Ketua Harian Tim Pilkada Golkar Surabaya Fathur Rahman. Sejumlah nama itu akan ditunggu bagaimana respons masyarakat. Mereka yang mendapat repons terbaik dan paling diinginkan masyarakat, itulah yang akan menjadi bakal calon Golkar. Selanjutnya, nama-nama itu akan disurvei untuk menjadi bakal calon sesuai mekanisme partai sebelum ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. (Adi)