Nurul Arifin, Cewek Baru Boleh Nikah Usia 20 Tahun

Nurul Arifin, Cewek Baru Boleh Nikah Usia 20 Tahun
Jakarta, Obsessionnews - UU Perkawinan Tahun 1974 menyebutkan batas minimal usia nikah untuk perempuan adalah 15 tahun dan untuk laki-laki 18 tahun. Ternyata, batasan usia ini memancing mantan Artis Nurul Arifin yang juga mantan Anggorta DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini berkomentar. “Di dalam UU itu disebutkan bahwa Menurut Nurul, batasan itu harus direvisi minimal 20 tahun untuk wanita dan 25 untuk pria,” desak Nurul Arifin ketika menjadi pembicara pada Musyawarah Nasional (Munas) I Srikandi Pemuda Pancasila (PP) 2015 di Jakarta, Sabtu (2/5/2015). “Saya tidak tahu kenapa sampai hari ini tidak jalan, Dia melihat mungkin tantangan itu datang dari pemuka-pemuka agama dari desa. Padahal dari usia biologis usia 16 tahun, perempuan belum siap dan juga bagi laki-laki usia 18 tahun secara psikis juga belum siap,” tutur Artis bernama lengkap Nurul Qomaril Arifin ini. Kepada anggota Srikandi Pemuda Pancasila Nurul mengajak mereka untuk terus memperjuangkan revisi batasan usia ini agar tidak banyak perceraian yang terjadi karena usia perkawinan yang masih dini tersebut. Lebih lanjut, Nurul Arifin meminta kaum perempuan seperti Srikandi PP agar menyiapkan sumber daya manusia dan kompetensinya dalam memasuki kesiapan Indonesia dalam pasar regional Asean dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. “Kaum Srikandi Pemuda Pancasila harus siap memasuki era globalisasi MEA 2015,” sarannya. Menurut Nurul, kesiapan SDM Srikandi PP dicirikan dengan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang baik dan kemampuan memakai smartphone agar bisa berinteraksi dengan media sosial seperti facebook dan twitter. “Kemampuan berkomunikasi ini penting agar kaum perempuan tidak teralineasi dengan modernisasi,” jelasnya. Nurul menilai, upaya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan harus dimulai dari perempuan itu sendiri. Karena itu, ia melihat masih relevannya ajaran Kartini tentang perlunya kaum perempuan Indonesia bangkit dari ketertinggalannya dalam semua bidang harus dilakukan. Kalau kita maju dan mandiri, tegas Nurul, maka posisi tawar kaum perempuan semakin lebih tinggi. “Jangan takut dengan dogma-dogma dan doktrin yang berkeliaran. Maju terus perempuan Indonesia!” serunya. (Ars)