Rhoma Tolak Jabatan Apapun di PBB Kecuali Ketum

Rhoma Tolak Jabatan Apapun di PBB Kecuali Ketum
Bogor, Obsessionnews - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusr‎il Ihza Mahendra menyatakan akan tetap mengakomodir Rhoma Irama bersama pendukungnya untuk masuk dalam jajaran pengurus PBB, meski Rhoma adalah rivalnya pada saat pemilihan ketua umum di Muktamar PBB akhir pekan kemarin. Menurut Yusril, pihaknya sudah melakukan beberapa kali pertemuan dan komunikasi untuk mengajak raja dangdut itu masuk dalam bagian keluarga besar PBB. Namun, kata Yusril, Rhoma tidak bersedia dengan tawaran jabatan apapun kecuali ketua umum. "Kemarin saya sudah bicara sama beliau, Kita terbuka untuk Pak Haji. Tapi dari awal kan dia kepenginya jadi Ketum," ujar Yusril di lokasi Muktamar, Cisarua Bogor, Minggu (26/4/2015). ‎Yusril pun mengaku tidak mempersoalkan dan menghargai keinginan Rhoma menjadi ketua umum. Hanya saja kata Yusril, Rhoma keberatan bila harus bersaing dengan dirinya. Dari pertemuan itu, ia juga menceritakan bahwa Rhoma ingin dipilih sebagai ketua umum secara aklamasi. [caption id="attachment_28958" align="alignright" width="298"]Yusril ih.jpg Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB terpilih[/caption] ‎"Pak haji inginnya dipilih satu sarat aklamasi. Ini yang agak susah seperti yang anda liat kan Ms Kaban jadi Ketua Majelis Syuro harus dipilih secara demokrasi. Yang pendiri partai aja harus dipilih, gimana dia yang baru masuk tiba-tiba ingin jadi Ketum," terangnya. Yusril mempertanyakan, kalaupun dirinya tidak mencalonkan diri sebagai ketua umum, apakah bila dia mencalonkan diri, nantinya akan ada jaminan dipilih secara aklamasi. Yusril menegaskan dalam tradisi PBB, tetap mengedepankan demokrasi pada saat pelaksanaan Muktamar. "Kemarin itu berpikiran seperti itu beliau itu kan maunya saya nggak maju. Saya bilang saya memang nggak ngajuin. Saya didukung untuk maju. Masalahnya kalau saya nggak maju apa jadi jaminan Pak haji aklamasi? Kan belum tentu juga," jelas Yusril. Rhoma sendiri sebelumnya, sempat ditawari untuk menduduki jabatan strategis di PBB, seperti Ketua Majelis Syuro, ‎Sekretaris Jenderal, Wakil Ketua Umum, dan juga jabatan yang lain. Namun, Rhoma tetap tidak berminat dengan jabatan tersebut. "Kalau mau jadi ketua Majelis Syuro, kan jabatannya sama seperti Akbar Tanjung yang jadi Ketua Dewan Pertimbangan di Golkar," ungkapnya. Dalam sidang penetapan calon ketua umum PBB Minggu (26/4/2015), Yusril mendapat suara tertinggi yakni 386 suara. Sedangkan Rhoma mendapat dukungan 122 suara. Dan keduanya sudah memenuhi syarat sebagai calon ketua umum, karena minimal harus didukung 100 suara. (Baca: Yusril Terpilih Jadi Ketum PBB Secara Aklamasi) [caption id="attachment_33936" align="alignleft" width="375"]Rhoma Irama- Calon Ketua Umum PBB, Haji Rhoma Irama[/caption] Namun sayangnya, Rhoma tidak mau hadir ke ruang sidang pada saat pemilihan ketua umum. Padahal dalam tata tertib diatur bahwa semua calon ketua umum harus hadir pada saat pencalonan. Nyatanya setelah sidang diskors lima menit Rhoma tidak kunjung datang.‎ Sehingga pimpinan sidang menyatakan pencalonan Rhoma gugur, dan kemudian menetapkan Yusril sebagai Ketua Umum. Rhoma sendiri, sampai saat ini ‎belum diketahui keberadaannya, dan belum dapat dikonfirmasi apa alasanya raja dangdut ini memutuskan untuk mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum. Sementara Yusril enggan mengomentari mengapa Rhoma mengambil sikap politik demikian. (Albar)