Aktifis Lingkungan Titip Masalah Air Pada Peringatan KAA

Aktifis Lingkungan Titip Masalah Air Pada Peringatan KAA
Bandung, Obsessionnews - Konferensi Asia Afrika yang jatuh bersamaan dengan moment Asian African Earth Day sangat cocok untuk membahas perlawanan terhadap Privatisasi air. Demikian diungkapkan aktifis Jaga lembur Acil Bimbo, Rabu (22/4). Acil yang aktifis lingkungan hidup ini mendesak agar ajang yang mendunia ini membahas pula tentang privatisasi air yang berujung pada bisnis air. Air menurutnya merupakan hajat hidup manusia yang diberikan Yang Maha Pencipta untuk sebesar-besarnya kepentingan dan kemaslahatan umat manusia. Sehingga air tidak dijadikan komoditi untuk berbisnis dan melahirkan monopoli air. Sejumlah aktifis lingkungan dan para seniman menggelar aksi melawan privatisasi air di Babakan Siliwangi yang merupakan hutan kota bandung hari ini, Rabu (22/4). Dalam aksi tersebut digelar kesenian sunda buhun atau sunda jaman dulu dengan diisi pemberian air kendi kepada sesepuh adat dengan diiringi kacapi suling. "Kita semua berharap seluruh negara peserta KAA dapat menerangkan pentingnya air bagi kehidupan manusia", ujar Acil. Menurutnya pencabutan Undang-undang Sumber Daya Air No.7 tahun 2014 dan diganti dengan Undang-undang No.11 tahun 1974 merupakan transisi emas untuk mengembalikan kepemilikan air dan sumbernya oleh rakyat dan untuk rakyat sesuai UUD 1945. Saat mengisi hari air sedunia, Minggu (22/3) lalu aktifis Jaga lembur, Acil Bimbo, mengajak warga Bandung membantu kesuksesan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA). acil2 Kesuksesan KAA menjadi tanggung jawab warga Kota Bandung sebagai tuan rumah dan kehormatan menjadi Ibu Kota ‘Asia Afrika’. “Bandung mendapat julukan Paris van Java tapi yang terkenal justru mall Paris van Java di kawasan Sukajadi kota Bandung,” ungkapnya. Bandung juga merupakan kota kuliner ‘kota kolontongan’. Jaga lembur menurut Acil sebagai pola perubahan terhadap lingkungan sekitar, sehingga Bandung menjadi kota yang greget seperti halnya yang dipelopori pahlawan Mohammad Toha yang rela berkorban membakarkan dirinya demi kejayaan kota Bandung pada peringatan Bandung Lautan Api. “Begitupun KAA harus tetap dijaga dan dilestarikan kejayaan kota Bandung sebagai Paris Van Java dan kota kembang,” tutur Acil. Jaga lembur meminta warga Bandung untuk menjaga diri, jaga keluarga dan jaga air karena dengan menjaga hal-hal tersebut akan terbentuk kekompakan dan silaturahmi. (Dudy Supriyadi)