BTN Housing Index, Peduli 1 Juta Rumah Rakyat

BTN Housing Index, Peduli 1 Juta Rumah Rakyat
Jakarta, Obsessionnews - Melalui peresmian louncing BTN Housing Index, BTN memiliki tujuan meningkatkan kemajuan industri properti Indonesia. Strategi yang digunakan BTN melibatkan development klien dan development pemula. Program ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk komitmen BTN dalam pembiayaan perumahan. “Melalui louncing housing index terutama untuk kepentingan BTN itu sendiri, coustomer kepada anggota dan kepada masyarakat. Terkait hal ini BTN memiliki kebijakan diantaranya tiga bidang, pertama sebagai bidang khusus, kedua sebagai bidang training, dan ketiga sebagai adfitman. Sekarang yang baru jalan riset dan penyelidikan,” jelas Direktur Utama BTN Maryono usai konferensi pers Housing Index BTN, di Menteng, Jakarta Pusat (20/4/2015). Menurut Maryono, riset yang dilakukan BTN menyangkut bagaimana biaya perkembangan disuatu daerah dengan daerah yang lain, sehingga dapat memberi manfaat kepada masyarakat guna mengetahui harga rumah yang sangat dratis atau mengalami penurunan. Maryono menginformasikan juga pasca setelah training yang berlangsung 21/4/2015 BTN akan dilanjutkan MoU beberapa lembaga terkait, diantaranya perumahan untuk bekerja sama dengan agenci dan sebagainya agar bisa memberikan pelatihan, sehingga training pelatihan mendapat manfaat. “Artinya apa yang diinginkan BTN dalam rangka melakukan percepatan pembiayaan sesuai roh dan aura BTN itu sendiri dan masyarakat merasakan peningkatan skilnya dan merasa kemampuanya bertambah sehingga memberikan kapasitas dan cara bekerja sesuai dengan perbankkan dimana perbankkan ini sesuai ketentuan-ketentua regulasi,” paparnya. Melalui acara housing index, BTN sangat antusias sekali dengan diikuti 100 peserta training development pemula maupun calon development. Ditahap pertama ini BTN menunjukkan langkah komitmennya didalam program 1 juta rumah pemerintah dengan menentukan calon-calon atau development-development profesional untuk melakukan penempatan kemampuan 1 juta rumah. “Kalau ada masyarakat yang ingin mempunyai development perumahan bisa melalui asuransi atau regulasi usaha, namun selengkapnya bisa melalui BTN,” himbaunya. BTN - Agenda kegiatan training BTN ini menyangkut teori untuk mengetahui bagaimana kandungan rumah yang dibuat oleh pemerintah. Kemudian terkait teknik-teknik dalam membangun. “Karena kita mendatangkan dosen-dosen bukan saja dari internal tapi juga dari eksternal baik itu berpengalaman maupun teknik pembangunan maupun marketing dibidang perbankkan,” jawabnya pada wartwan. Selain itu lanjutnya, akan mengulas langka-langka dalam jangka-jangka yang diperlukan di dalam kebutuhan perbankkan bila mana suatu perbankkan mengambil suatu keputusan. “Jadi ini memberikan pembelajaran sehingga dapat dipersiapkan lebih baik dan akurat,” tegasnya. Melalui kerja sama BTN dengan pihak-pihak lain, BTN memiliki tujuan untuk memberikan kesamaan misi dan standarisasi sehingga memudahkan melakukan monitoring. “Kita sudah memberikan misi dan wawasan, memiliki kesamaan fleksibiliti atau ketentuan populasi taraf kehidupan. Yang kedua memberikan pembelajaran pada calon development sehingga dia dalam mengerjakan atau berkeinginan tidak hanya membawa kepentingan, bahwa ini suatu program pemerintah,” katanya. “Contohnya rumah rakyat, tapi bagaiman juga ia mengawal apabila ia mengembalikan, bagaimana cara mengawal hasil dari prodaknya itu dengan kuantitasnya dengan memerlukan suatu timing yang tepat, jangan sampai masyarakat terlambat menyelesaikan,” ulasnya. Dalam training housing index fokusnya memberikan pelajaran, pelatihan namun tidak menjadikan jaminan 100% para calon yang mengikuti training itu akan mendapatkan kredit BTN. “Tapi kita tentu memberikan ketentuan-ketentuan yang diberikan BTN dan regulator yang diberikan, tapi timing minimal sudah memiliki pengetahuaan, wawasan bagaimana ia diajak masuk dalam pengadaan rumah atau pembuatan rumah apalagi ini memproduksi rumah-rumah masal,” tandasnya. (Asma/Popi)