Sanggar Budaya Monas Gelar Wayang 'Mustikaning Srikandi'

Sanggar Budaya Monas Gelar Wayang 'Mustikaning Srikandi'
Jakarta, Obsessionnews – Dalam rangka menyambut peringatan kelahiran pahlawan wanita, RA Kartini, Sanggar Budaya Monas mengelar penyelenggaraan Pagelaran wayang orang berjudul ”Mustikaning Srikandi”, Sabtu (18/4/2015) pada pukul 20.00 – 22.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Pasar Baru – Jakarta. “Sanggar Budaya Monas yang didirikan oleh Monas Family atas prakarsa Ibu Suhardani Bustanil Arifin, juga menjadi salah satu tujuan dari Lions Club Indonesia Multi Distrik 307 untuk dapat melestarikan Budaya Bangsa Indonesia. “Cerita yang kami tampilkan dari Mustikaning Srikandi mengenai Petualangan Srikandi dimana menunjukkan kepahlawanan wanita. Srikandi sebagai kesatria wanita memiliki prinsip yang kuat, berani melakukan perubahan dan tampil memimpin,” demikian rilis yang diterima Obsessionnews, Sabtu (18/4/2014). Karakter dan kepemimpinan Srikandi adalah sebagai gambaran karakter dan kepemimpinan R.A Kartini, yang berhasil mewujudkan emansipasi wanita. Kartini berhasil melakukan perubahan besar bagi peran dan status kaum wanita di Indonesia. Pagelaran Wayang Orang ini dikemas dengan synopsis babak per babak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sehingga para penonton yang kurang memahami bahasa Jawa akan tetap dapat mengikuti jalan cerita nya dengan cukup seksama. Inti dari cerita Mustikaning Srikandi adalah bagaimana Srikandi sebagai anak tunggal dari pasangan kerajaan Pancala, Permaisuri Gandawati dan Prabu Drupada yang mendidik Srikandi menjadi seorang wanita yang perkasa dan dapat memperjuangkan kerajaan kedua orang tuanya. Srikandi adalah seorang putri yang gagah berani dan seorang kesatria yang akan menjaga Negara dan seorang Pahlawan Negara. SrikandiSinopsis 'Mustikaning Srikandi' Tanggal 21 April nanti, Indonesia memperingati hari kelahiran pahlawan wanita, R.A. Kartini. Untuk mengenang sekaligus mengambil hikmah dari apa yang telah dilakukan oleh RA. Kartini, Sanggar Budaya Monas menggelar penyelenggaraan Pagelaran wayang orang berjudul ”Mustikaning Srikandi”, Sabtu (18/4/2015) pada pukul 20.00 – 22.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Pasar Baru – Jakarta. Berikut Sinopsisnya cerita Wayang Orang “Mustikaning Srikandi” yang diterima oleh Obsessionnews. Suasana di Kerajaan Pancala Permaisuri Gandawati dan Prabu Drupada sedang bersemedi memohon kepada Dewa agar dikurinai anak yang sudah lama sangat diinginkannya. Doanya didengar oleh para Dewa, dan tiba-tiba langit menjadi gelap. Ketika langit kembali terang, nampaklah seorang anak kecil cantik dan lincah yang sudah membawa pusaka. Kelak anak kecil ini akan menjadi seorang putri yang gagah berani dan akan menjelma menjadi seorang putri ksatriya, yang akan menjaga Negara dan menjadi pahlawan Negara. Dewi Gandawati dan Prabu Drupada sangat senang dikaruniai seorang putri yang cantik jelita. Putri itu mereka beri nama Dewi Woro Srikandi. Prabu Drupada memutuskan untuk membesarkan dan mendidik Srikandi dengan mengajarinya berbagai ilmu keterampilan seperti seorang laki-laki. Dewi Srikandi-pun tumbuh besar menjadi seorang putri Cantik dan pandai berbagai olahkanuragan layaknya seorang kesatria. Dia juga mempunyai pasukan putri yang juga pandai ilmu bela diri dan ilmu peperangan. Srikandi2 Kecantikan dan kesaktian Srikandi terdengar oleh Prabu Jungkung Radyo dari Kerajaan Parang Gubarjo. Dia kemudian melamar Srikandi untuk menjadi istrinya. Karena Srikandi enggan menerima lamaran tersebut dia kemudian melarikan diri ke hutan. Di hutan Srikandi bertemu dengan para cakil  yang berniat merampoknya dan hampir saja kalah, muncullah Arjuna membantunya dan para Cakilpun dapat dikalahkan. Srikandipun jatuh cinta pada Ardjuna dan mencari akal bagaimana agar bisa selalu dekat dengan Arjuna. Diapun minta kepada Arjuna untuk mau mengajarinya memanah. Srikandi ikut dengan Arjuna menuju Amarta dan diperkenalkan kepada semua anggota keluarga Pandawa. Srikandi tinggal di Amarta dan belajar memanah dari Arjuna, dalam kesempatan ini mereka menjalin cinta. Prabu Jungkung Radyo yang sakit hati, kemudian menyusul Srikandi ke Amarta. Dia mengumumkan akan menyerang kerajaan Pancala dan juga Amarta. Pertempuranpun meletus antara Prabu Jungkung Radyo melawan Srikandi yang dibantu oleh Pandawa. Pandawa disertai oleh Srikandi ditambah pasukan wanitanya bertempur melawan pasukan kerajaan Parang Gubarjo. Akhirnya, merekapun berhasil mengalahkan Prabu Jungkung Radyo. Arjunapun menikahi Srikandi. (Popi Rahim)