Fit And Proper Test, Seluruh Fraksi Sepakat Dukung Badrodin

Jakarta, Obsessionnews - Komisi III DPR RI pada Kamis (16/4/2015) hari ini, menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) kepada Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri. Dalam kesempatan tersebut seluruh fraksi memberikan pertanyaan dan tanggapan atas visi misi yang disampaikan oleh Badrodin. Dari pantauan Obsessionnews, sepuluh fraksi yang hadir semuanya menyambut baik visi misi yang disampaikan Barodin, dan memberikan dukungan penuh kepada Badrodin sebagai Kapolri definitif. Bahkan, hampir tidak ada kritikan atas kinerja Badrodin selama ini sebagai pelaksana tugas Kapolri. Pertanyaan masing-masing fraksi juga masih berkutat pada persoalan lama yang menyangkut kinerja Polri, seperti himbauan untuk meningkatkan rasa keamanan dan kenyamanan di masyarakat. Mengingat, tindak kejahatan dan kriminal angkanya semakin meningkat dengan berbagai macam jenisnya seperti kasus begal.
Kemudian, sebagian fraksi juga meminta agar Kepolisian bisa membangun kerjasama dan sinergitas terhadap lembaga penegak hukum yang lain seperti Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung. Serta meminta konflik yang terjadi antara KPK dengan Polri tidak terulang lagi. Hampir semua fraksi juga meminta kepada Badrodin untuk sigap mengantisipasi masifnya gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Dan menindak tegas warga Indonesia yang ikut terlibat dalam gerakan ISIS. Untuk menangani persoalan itu, Komisi III meminta Kepolisian untuk bekerjasama dengan TNI.
Di luar itu, juga Komisi III juga meminta kepada Badrodin membangun hubungan yang baik dengan TNI, dan meminimalisir kasus pertikaian antara personel TNI dengan Polri. Pasalnya dua lembaga negara ini memiliki peran penting untuk mengamankan Indonesia dari segala bentuk teror dan kejahatan lain. Kemudian yang terakhir, beberapa fraksi di Komisi III DPR juga meminta agar Badrodin kedepan mau menambahkan personelnya guna memperkuat basis keamanan Polri, dan mau bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. (Albar)
Kemudian, sebagian fraksi juga meminta agar Kepolisian bisa membangun kerjasama dan sinergitas terhadap lembaga penegak hukum yang lain seperti Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung. Serta meminta konflik yang terjadi antara KPK dengan Polri tidak terulang lagi. Hampir semua fraksi juga meminta kepada Badrodin untuk sigap mengantisipasi masifnya gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Dan menindak tegas warga Indonesia yang ikut terlibat dalam gerakan ISIS. Untuk menangani persoalan itu, Komisi III meminta Kepolisian untuk bekerjasama dengan TNI.
Di luar itu, juga Komisi III juga meminta kepada Badrodin membangun hubungan yang baik dengan TNI, dan meminimalisir kasus pertikaian antara personel TNI dengan Polri. Pasalnya dua lembaga negara ini memiliki peran penting untuk mengamankan Indonesia dari segala bentuk teror dan kejahatan lain. Kemudian yang terakhir, beberapa fraksi di Komisi III DPR juga meminta agar Badrodin kedepan mau menambahkan personelnya guna memperkuat basis keamanan Polri, dan mau bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. (Albar) 




























