Penambang Batu Bata Biang Kerok Longsor Ciregol?

Penambang Batu Bata Biang Kerok Longsor Ciregol?
Semarang, Obsessionnews - Pada hari Sabtu (11/4), daerah Ciregol, Desa Kutamandala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes longsor. Hampir tiap tahun kawasan tersebut menjadi area longsor, terlebih ketika musim hujan datang. Adapun lokasi paling rawan berada di KM 115+50 sampai KM 115+900. Sedangkan di sekitar lokasi ternyata terdapat aktifitas ekonomi warga berupa pembuatan batu bata dengan memanfaatkan tanah di tebing Ciregol. Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa Longsor Ciregol sudah menjadi pembicaraan selama bertahun-tahun. Ia juga melihat daerah tersebut termasuk daerah tergerus secara alami. "Saya dan pak Kapolda melihat dilokasi kejadian memang mengerikan dalam arti karena itu jalan padat," ujarnya saat mengisi acara Mas Ganjar Menyapa. Terkait kegiatan penambangan batu bata, ia menilai persoalan itu ikut andil dalam mempercepat proses longsornya jalan Ciregol. Para penambang dengan mudahnya mengambil tanah disisi jalan sehingga bahu jalan semakin terkikis. "Dinas ESDM saat ini sedang melakukan kampanye terus menerus. Boleh (menambang) tapi tempatnya yang pas agar tidak mengganggu," terang pria bertubuh tegap itu. Edukasi kepada publik hingga mereka mau melakukan penambangan ditempat sesuai terus dilakukan pihak ESDM. Menurutnya, masyarakat sendiri perlu diberi pemahaman. Patroli lingkungan perlu dibuat agar kondisi lingkungan di Kabupaten dan Kota bisa terpantau. "Sehingga bila itu (lahan) dimanfaatkan, kita bisa mengendalikan, secara periodik dikontrol," timpalnya lagi. [caption id="attachment_32421" align="alignnone" width="225"]Kondisi jalan yang longsor membuat jalur dari kedua arah terpaksa dialihkan. Kondisi jalan yang longsor membuat jalur dari kedua arah terpaksa dialihkan.[/caption] Dari situlah nantinya pemanfaatan bumi bagi kesejahteraan masyarakat bisa terpenuhi, disamping lingkungan suatu wilayah mampu terjaga kelestariannya. Pemilihan metode edukasi dipilih supaya menghindari konflik terhadap pelaku usaha tambang. Dirinya juga sempat menyindir dengan mencontohkan kasus galian C dimana beberapa bulan lalu terjadi demo akibat pelarangan galian C oleh warga. "Semisal kita pakai tangan dingin, pokoknya mulai hari ini tak sikat semuanya, bakal rame mas, kaya galian C itu." "Pak Gub kan lagi bangun nih, nanti bahan bakunya kurang lho. Ini contoh-contoh saja," sindir Ganjar. Pemprov Jateng sendiri sudah berusaha mencegah adanya longsor sejak beberapa bulan lalu dengan menyodet sungai. Kedepannya akan dibangun jalan sementara dengan cara dibangun diatas tanah milik warga lokal dalam waktu 7 hari sebagai akses di area tersebut. (Yusuf IH)