Ahok Bisa Ungkap Nama-nama Anggota DPRD Terlibat 'Dana Siluman'

Ahok Bisa Ungkap Nama-nama Anggota DPRD Terlibat 'Dana Siluman'
Jakarta, Obsessionnews – Nampaknya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal;mengungkap nama-nama anggota DPRD yang terlibat dugaan korupsi dana siluman terkait APBD DKI. Pasalnya, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dan Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) sudah sepakat mendesak Ahok agar mengungkap nama-nama anggota DPRD yang terlibat dalam anggaran siluman. Kalau ada pegawai Pemda DKI ikut terlibat akan diungkap juga. "Jika Ahok memang serius membongkar 'permainan' di DPRD maupun di Pemda DKI, pilihan tunggal Ahok adalah mengungkap nama. Begitu kesepakatan BaraJP dengan Pak Pras, Ketua DPRD DKI," tegas Koordinator Bara JP Sihol Manullang di Jakarta, Minggu (12/4/2015). Dalam pertemuan khusus dengan BaraJP, Prasetyo mengatakan, selama ini Ahok sudah mencaci-maki DPRD DKI Jakarta. Kata-kata kotor yang dialamatkan Ahok ke DPRD, sudah diketahui publik. "Tetapi kalau Ahok sendiri tidak mengungkap nama-nama yang terlibat, semua makian Ahok jadi percuma. Kalau seandainya ada 'permainan' dari sekelompok kecil, jangan dialamatkan menjadi seluruh anggota DPRD ikut terlibat," kata Prasetyo seperti ditirukan Sihol. Sebelumnya, pernyataan Ketua Srikandi BaraJP Vivi Evilia, dalam aksi Bundaran HI menegaskan, Gubernur Ahok sudah saatnya membuka nama-nama anggota DPRD DKI yang terlibat  "menyelundupkan" anggaran siluman Rp 12,1 triliun. "Saatnya bukan retorika dan tuduhan kosong, tetapi Ahok harus sebut nama yang terlibat. Menghindari pencemaran nama baik, Ahok bisa kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengungkap nama-sama yang terlibat," kata Vivi. Ke 7 kali, BaraJP kembali menggalang dukungan tanda tangan masyarakat di atas spanduk bergambar Ahok. Hingga kini, BaraJP sudah mengoleksi 240 lembar (total sepanjang 1,2 km). Vivi mengatakan, dari sisi perkembangan opini di masyarakat, sudah lama tidak ada informasi baru. Hal ini membuat pemberitaan media massa hanya mengulang-ulang topik yang sama, namun tidak ada substansi baru. Ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat pendukung bahkan anti Ahok sekalipun. Ia menegaskan, Ahok sudah saatnya membuka nama-nama anggota DPRD DKI yang terlibat  "menyelundupkan" anggaran siluman Rp 12,1 triliun. Saatnya bukan retorika dan tuduhan kosong, tetapi Ahok harus sebut nama yang terlibat. "Menghindari pencemaran nama baik, Ahok bisa kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengungkap nama-sama yang terlibat," tegas, Ketua Srikandi BaraJP saat menggalang aksi dukungan buat Ahok, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (11/4) pagi. [caption id="attachment_31805" align="alignnone" width="225"]Birgal Sinaga (berdiri di kursi), Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Kepulauan Riau, ikut orasi di Bundaran HI Minggu (12/4). Birgal Didampingi Maria Astuti Rusia dan Afing Manamping Siregar. (Ist) Birgal Sinaga (berdiri di kursi), Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Kepulauan Riau, ikut orasi di Bundaran HI Minggu (12/4). Birgal Didampingi Maria Astuti Rusia dan Afing Manamping Siregar. (Ist)[/caption] Awalnya, pemberitaan soal anggaran siluman Rp 12,1 triliun, kemudian Ahok diadukan ke Bareskrim Polri, berlanjut dengan pembentukan panitia hak angket di DPRD DKI Jakarta. "Apakah anggaran siluman memang ada, Ahok tidak ungkap nama," kata Vivi. "Masyarakat sudah bosan dengan isu yang itu-itu juga. Maka sebagai pendukung Ahok, kami meminta agar Ahok mengungkap nama-nama anggota DPRD yang terlibat. Kalau ada pegawai Pemda DKI yang ikut serta, ungkap juga," kata Vivi. Jika Ahok tidak membuka nama, akan mempengaruhi opini/persepsi publik terhadap Ahok sendiri. Maka pilihan tunggal untuk Ahok sekarang ini, adalah mengungkap nama-nama yang terlibat. "Kalau memang punya bukti namun Ahok tak mau membuka ke publik, maka jangan terbaik adalah memberi petunjuk  (clue) ke KPK. Beri tahu ke publik, nama-nama sudah diserahkan ke KPK," tandas Vivi. (Asma)