Emil Kampanyekan Islam yang Ramah Kepada Dubes Manca Negara

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil mengkampanyekan Islam yang ramah kepada Dubes Belgia. Hal itu disampaikannya saat menerima Duta Besar (Dubes) Belgia untuk Indonesia, Patrick Hermann di Bandung Command Center (BCC), Balaikota, Bandung, Kamis (9/4/2015). "Saya ingin sampaikan, bahwa Islam sebagai Rahmat bagi semua alam dan hal itu akan dimulai dari kota Bandung sebagai kota yang ramah," tegas Kang Emil, sapaan akrab Ridwan kamil. Menurutnya, Bandung merupakan kota yang ingin memperlihatkan bahwa Islam sebagai pembawa kedamaian bagi umatnya, dimulai dari Bandung untuk Eropa. Patrick Herman bersama rombongan berkunjung ke kota Bandung untuk diplomasi budaya dan rencana digelarnya ajang "Europalia Indonesia" pada tahun 2017 mendatang dan kota Bandung ditunjuk sebagai tuan rumah acara tersebut. "Kota Bandung dinilai sebagai kota yang mampu merepresentasi kota-kota di indonesia sebagai kota yang kreatif melibatkan banyak anak muda dalam kreatifitasnya," tandas Patrick. Kebudayaan yang akan ditampilkan kota Bandung meliputi kesenian tradisional, teknologi dan seni kreatif berupa kerajinan. Menurut Kang Emil, dirinya berupaya untuk meyakinkan Dubes Belgia bersama rombongan, bahwa kota Bandung memiliki sejumlah aset budaya, seni, kreatifitas, bahkan sejumlah artis yang dapat ditampilkan pada acara Europalia Indonesia yang diawali pada tahun 2017 di kota Bandung. Nantinya acara tersebut akan digelar setiap dua tahun. Emil juga mengakui jika Dubes Belgia ini berpesan agar mereka (orang Eropa.red) dapat berpikir bahwa acara tersebut datang dari orang Islam yang kreatif di kota Bandung, Islam yang ramah dan tidak seperti perspektif orang Eropa pada umumnya,” jelas Emil. "Jadi wajah Islami yang ramah dan moderat itu ingin kami hadirkan dari Bandung," ungkap Emil.
Islam phobia sedang marak di Eropa setelah kejadian Charlie Hebdo di Prancis. Emil dan Patrick sepakat satu-satunya negara dan kota yang bisa memberi pesan Islam yang damai itu adalah kota Bandung. "Tadi kita sepakat diluar acara yang bersifat kebudayaan, ada acara yang fokus mempromosikan nilai Islam yang ramah ke wajah Eropa,” tandas Emil. Emil mengakui jika promosi budaya dan mengkampanyekan nilai Islam yang ramah dari kota Bandung ini bukan pekerjaan yang ringan, sehingga dirinya mengajak seluruh komponen membantu upaya tersebut."Ini pekerjaan yang berat bagi saya, sehingga semuanya diharapkan dapat membantu upaya tersebut, sehingga dapat mencapat tujuan lebih cepat," katanya. (Dudy Supriyadi)
Islam phobia sedang marak di Eropa setelah kejadian Charlie Hebdo di Prancis. Emil dan Patrick sepakat satu-satunya negara dan kota yang bisa memberi pesan Islam yang damai itu adalah kota Bandung. "Tadi kita sepakat diluar acara yang bersifat kebudayaan, ada acara yang fokus mempromosikan nilai Islam yang ramah ke wajah Eropa,” tandas Emil. Emil mengakui jika promosi budaya dan mengkampanyekan nilai Islam yang ramah dari kota Bandung ini bukan pekerjaan yang ringan, sehingga dirinya mengajak seluruh komponen membantu upaya tersebut."Ini pekerjaan yang berat bagi saya, sehingga semuanya diharapkan dapat membantu upaya tersebut, sehingga dapat mencapat tujuan lebih cepat," katanya. (Dudy Supriyadi) 




























