Dimulai 2007, Mesjid Raya Sumbar Segera Terbangun

Dimulai 2007, Mesjid Raya Sumbar Segera Terbangun
Padang, Obsessionnews - Mesjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) dirancang menjadi mesjid yang megah di wilayah Sumbar. Sejak dibangun 2007, mesjid yang terletak di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang kini berdiri megah. Sejak pekerjaan pembangunan dimulai tahun 2007, pekerjaan mesjid masih berlangsung yang didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumbar dan sumbangan masyarakat. Selain mengerjakan pemasangan loteng masjid, pekerjaan pembangunan pagar sedang dimulai. Masjid dengan luas 4.430 meter persegi itu terlihat sudah selesai pemasangan tembok. Kepala Biro (Kabiro) Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar Syahril mengatakan pagar Mesjid Raya Sumatera Barat tidak dibiayai dengan menggunakan dana APBD melainkan dari sumbangan masyarakat. "Pembangunan pagar digunakan dari sumbangan masyarakat yang telah terkumpul melalui panitia pembangunan lebih dari Rp1 Milliar," kata Syahril saat ditemui obsessionnews.com di kantornya, Rabu (8/4). Pembangunan pagar akan dilakukan oleh Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Permukiman (Prasjaltarkim) Prov. Sumbar. Teknis pengerjaannya akan dilaksanakan lelang secara sederhana untuk mencari pihak ketiga yang akan menjadi pelaksana pekerjaan. Syahril mengatakan dengan dibangunnya pagar masjid, masyarakat luas mengetahui bahwa masjid telah bisa digunakan secara penuh untuk kegiatan ibadah dan acara keagamaan, setelah mulai difungsikan untuk kegiatan ibadah 7 Februari 2014 lalu. Terkait dana yang dianggarkan dalam APBD Sumbar untuk pem­­ba­­ngunan­nya dilakukan secara bertahap. Tahun anggaran 2008 dan 2009, dialokasikan senilai Rp103,871 miliar dan tahun 2010, diang­garkan kembali sebesar Rp Rp15,288 miliar. Tahun 2011, anggaran pembangunnnya dialokasikan senilai Rp31 miliar. Sedangkan, terhitung sejak tahun 2012, pelak­sanaan pembangunannya dilaksanakan dengan sistem tahun jamak. Tahun itu alokasi yang dianggarkan untuk pembangunna Mesjid Raya Sumbar senilai Rp25,5 miliar untuk menyelesaikan penger­jaan shelter dan tempat parkir. Tahun 2014, kembali dianggarkan dalam APBD, setelah tahun 2013 sempat terhenti, dengan anggaran seki­tar Rp18 miliar. (Musthafa Ritonga)