Kenaikan BBM Sengsarakan Rakyat

Kenaikan BBM Sengsarakan Rakyat
Subang, Obsessionnews - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Subang, Jawa Barat, Agus Masykur Rosyadi, merasa prihatin atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan mendadak. Menurut Agus baru pemerintahan kali ini yang memberlakukan harga BBM secara fluktuatif. Agus mempertanyakan maksud pemerintah yang secara berulang kali menaikkan dan menurunkan harga BBM. “Saya nggak ngerti, apakah pemerintah ini akan menguji psikologi masyarakat atau apa?” ujarnya kepada obsessionnews.com, Sabtu (28/3). Agus juga meragukan kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi dicabutnya subsidi BBM yang berujung pada perubahan harga BBM yang fluktuatif. Karena tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia jauh berbeda dengan negara lain yang sudah stabil. “Saya ragu masyarakat kita siap dengan perubahan harga BBM yang fluktuatif. Masyarakat kita berbeda dengan negara lain yang tingkat kesejahteraannya sudah jauh lebih stabil dibandingkan kita,” jelas politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang ini. Agus menilai hal ini dilatarbelakangi oleh jajaran kabinet Joko Widodo yang kurang memiliki empati pada kesulitan masyarakat Indonesia yang masih banyak hidup prasejahtera. “Menurut saya kabinet Jokowi merupakan orang-orang yang tidak bisa ikut merasakan kesusahan masyarakat. Rata-rata menterinya juga terbiasa hidup enak tidak mengerti kesulitan yang dirasakan masyarakat. Seperti Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang enak saja mengatakan kenaikan harga BBM tidak akan mempengaruhi perekonomian,” ujarnya geram. Agus yakin kenaikan harga BBM akan menyusul pada kenaikan harga-harga barang kebutuhan masyarakat, khususnya sembako. Pada akhirnya akan menyengsarakan masyarakat. Harusnya pemerintah itu melakukan perhitungan yang matang serta melakukan sosialisasi sebelum menetapkan kenaikan. Belum lagi aturan yang dilabrak karena untuk kenaikan harga ini adalah dilakukan tiap bulan. Di lapangan banyak masyarakat yang tidak mengetahui kenaikan harga BBM. Sementara itu menurut Wawan warga Kelurahan Soklat, mengaku dia tidak tahu kenaikan BBM yang terjadi malam tadi. Walaupun heran Wawan menanggapinya dengan santai. "Naik, toh harga BBM? Berapa?" ujarnya bertanya dengan nada santai. Menurut Wawan biar saja BBM naik karena hanya menggunakan Pertamax untuk sepeda motornya. Untuk full tank biasa digunakan selama seminggu untuk belanja dan kegiatan usaha. "Saya mah nggak terlalu pusing. Kalau full tank saya habis 20 ribu. Untuk sehari-hari bisa buat seminggu," terangnya. Seperti yang terjadi di Subang, menjelang kenaikan BBM tidak terjadi antrian panjang seperti yang terjadi sebelumnya. Walaupun begitu penjagaan di setiap SPBU tetap dilakukan oleh aparat kepolisian. (Teddy Widara)