SD di Timika Keluhkan Kekurangan Guru

Timika, Obsessionnews - Kelapa Sekolah SD YPPK ST Linus Ipaya, Yacob Iritayan menerima kunjungan perwakilan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) yang dipimpin Kepala Biro Humas, Yeremias Imbiri. Di hadapan Yeremias, Yacob mengeluh di sekolah yang ia pimpin kegiatan belajar mengajar tidak berjalan baik karena kekurangan guru. Di SD YPPK ST Linus Ipaya hanya terdapat sembilan guru aktif, sedangkan siswanya berjumlah 196 anak. "Harapan kami kalau guru yang punya tugas di sini harus melaksanakan tugas supaya pendidikan di pesisir ini bisa bertahan dengan baik," ujar dia saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/3/2015). Yacob mengatakan kekurangan guru itu disebabkan karena guru yang ada di sekolah ini sering kali meninggalkan tugas tanpa alasan. Pada akhirnya ruang kelas dibiarkan kosong tanpa adanya kegiatan belajar mengajar. Pria asal Timor ini mengaku telah melaporkan masalah ini ke dinas pendidikan Kabupaten Mimika. Ia mengusulkan perlunya penambahan tenaga pendidik, baik itu dari pegawai negeri sipil, tenaga kontrak maupun honorer supaya masalah kekurangan guru ini bisa diatasi. "Justru berulang kali kita laporkan, kami minta kalau bisa ini diperhatikan," katanya. Ia menambahkan salah satu akibat dari kekurangan tenaga guru adalah jumlah anak putus sekolah semakin meningkat. Kondisi ini menurut dia diperparah dengan kurangnya dukungan orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya. "Ada siswa dari senin sampai kamis tidak masuk, jadi kadang-kadang setengah saja dari jumlah siswa yang ada yang bisa aktif," ucap dia. Keluhan yang sama juga disampaikan orang tua siswa, sekaligus kepala kampung Paripi Vinsent Imini. Menurut Vinsent perlunya penambahan tenaga guru supaya anak-anak siswa bisa terpotivasi untuk rajin ke sekolah. "Masalah pendidikan, pendidiknya kurang sehingga menjadi kendala untuk kami bagi murid dengan pihak orang tua sehingga harus ditambah," kata Vinsent. Guna mendukung program pendidikan di kampung Ipaya, LPMAK membangun gedung sekolah baru, lengkap dengan ruang perpustakaan, enam ruang kelas, serta satu ruang guru. Gedung yang dibangun sejak tahun 2014 dan baru difungsikan pada awal maret itu juga dilengkapi dengan sarana MCK. (Has)





























