Indonesia Tak Boleh Remehkan Myanmar

Indonesia Tak Boleh Remehkan Myanmar
Jakarta - Pelatih tim nasional Indonesia Benny Dolo menegaskan timnya akan tetap bermain serius menghadapi Myanmar dalam laga uji coba nanti. Benny Dolo mewanti-wanti para punggawa tim nasional Indonesia untuk tidak menyepelekan Myanmar kala kedua tim bertanding di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin mendatang (30/3). Bendol, sapaan akrab Benny Dollo tak ingin Zulham Zamrun dkk puas setelah hanya kalah tipis 1-0 dari Kamerun. Pelatih yang juga mengarsiteki Sriwijaya FC tersebut meminta anak asuhnya tetap fokus dan kosentrasi saat berlaga melawan Myanmar. "Tentunya kita sudah sedikit melihat lawan, dari youtube dan sebaginya. Perlu kita serius menghadapi mereka, saya tekankan pada pemain bahwa menghadapi Kamerun bukan segalanya dan Myanmar dianggap sepele. juga fokus dan kosentrasin saat hadapi Myanmar" ujar Bendol seperti dilansir goal.com. Kendati meminta pemainya untuk fokus sepenuhnya pada laga melawan Myanmar, Bendol tidak ingin pertandingan ini menjadi beban bagi pemain. Apalagi timnas ditargetkan menang untuk bisa mengatrol peringkat di rangking FIFA . Ia ingin anak asuhnya bisa tampil lepas dan menikmati pertandingan. "Saya tidak ingin pertandingan ini menjadi beban bagi anak-anak. Saya ingin anak-anak bermain enjoy dan bisa menikmati permainan" ujar Bendol. Bendol juga memambahkan bahwa pada laga melawan Myanmar ini semua pemain yang dipanggil punya kesempatan yang sama untuk tampil membela panji Garuda. "Semua 24 pemain punya kesempatan yang sama untuk bermain" pungkasnya. Indonesia Gunduli Timor Leste 5-0 Tim nasional Indonesia U-22 mengawali langkah mereka di kualifikasi Piala Asia U-23 dengan gemilang. Tim Garuda Muda mampu mencukur Timor Leste U-22 dengan skor telak 5-0, di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3). Meski merengkuh tiga poin pertama di Grup H, namun laga ini harus diwarnai kartu merah untuk pemain tengah Indonesia, Zulfiandi. Yang diusir sejak menit ke-57 karena menerima kartu kuning kedua. Dengan hasil ini, maka Indonesia bersama dengan Korea Selatan bersaing ketat di Grup H. Di mana sebelumnya Taeguk Warriors  mampu membantai Brunei Darussalam juga dengan skor 5-0. Babak Pertama Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia langsung memberikan tekanan kepada tim tamu Timor Leste. Tapi pertahanan solid bisa ditunjukkan tim asuhan Fabio Magrao tersebut. Bahkan, sesekali Timor mampu melancarkan serangan balik yang membahayakan pertahanan Indonesia. Garuda Muda enggan memberikan para pemain Timor kesempatan untuk memainkan bola, pressing ketat diragakan tim arahan Aji Santoso sejak menit awal. Namun Timor yang bermain dfensif sulit untuk ditembus, hingga menit 18' sepakan placing dari Adam Alis mampu membuat kiper Timor, Ramos Ribeiro hanya terperangak. 1-0 untuk Indonesia. Usai mencetak gol, Indonesia makin gencar melakukan serangan. Muchlis Hadi yang menjadi striker tunggal jadi sasaran serangan Indonesia. Menit ke-25, eks striker timnas U-19 itu nyaris membawa timnya menjauh lewat sundulan memanfaatkan umpan Ilham Udin, sayang bola masih tepat mengarah nyaman ke pelukan kiper Timor. Adam Alis kerap jadi inspirator serangan Indonesia, bersama Evan di lini tengah pemain Persija Jakarta penuh mobilitas. Sayangnya, meski mendominasi laga, Indonesia kesulitan untuk menciptakan peluan matang. Beberapa umpan terobosan dan umpan silang kerap dimentahkan barisan pertahanan Timor. Di penghujung paruh pertama, Indonesia mendapat hadiah penalti karena pemain belakang Timor melanggar Muchlis saat berduel di udara. Manahati Lestusen yang jadi eksekutor pun dengan tenang melakukan tugasnya. Turun minum Indonesia pun memimpin dengan skor 2-0. Babak Kedua Usai turun minum, Timor melakukan dua pergantian sekaligus, Januario ditarik keluar untuk digantikan pemain asal klub Thailand Chonburi, Anggisu Barbosa dan Raimundo Sarmento digantikan oleh Ezequiel Dos Santos. Sedangkan Indonesia yang sedang unggul tidak melakukan pergantian pemain. Baru enam menit babak kedua berjalan, Indonesia kembali menjauh lewat gol dari Evan Dimas. Playmaker milik Persebaya Surabaya itu melakukan penetrasi seorang diri lewat sisi kiri pertahanan Timor. Bola pun dilesakkannya dengan mantap untuk menaklukkan Ramos Ribeiro ketiga kalinya. 3-0 untuk tim Merah-Putih. Menit ke-57 Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Zulfiandi mendapatkan kartu kuning kedua. Eks timnas U-19 itu melakukan tekel yang tidak perlu dan cukup keras kepada pemain tengah Timor. Zul pun turun menuju ruang ganti sambil menahan tangis. Aji pun memasukkan Paulo Sitanggang untuk menambal lini tengah, menggantikan Ilham Udin. Bermain dengan sepuluh pemain tersisa, Aji pun nampak mengubah formasi dari yang semula 4-3-3 menjadi 4-4-1 dengan empat pemain tengah membentuk permata. Ahmad Nufiandani dan Paulo berkombinasi dengan Adam Alis serta Evan Dimas di lini tengah. Menit ke-66, Garuda Muda kembali menjauh lewat gol dari Muchlis Hadi. Adam Alis lagi-lagi menjadi otak serangan lewat umpan datarnya ke kotak penalti Timor dari sisi kiri. Muchlis yang sebenarnya mendapat kawalan mampu mengendalikan bola dan menceploskannya ke gawang lawan. Meski laga berjalan relatif normal dan tak keras, namun banyak pemain yang bertumbangan harus ditandu ke luar lapangan. Termasuk pemain Timor Jose Fonseca - yang digantikan Walter Gama - dan Abduh Lestaluhu yang digantikan Andik Rendika Rama. Empat menit sebelum laga berakhir, Hansamu Yama menambah pundi gol untuk Indonesia. Hansamu melepaskan tendangan keras setelah menerima operan Muchlis saat non-direct free kick dari jarak ideal. 5-0 Indonesia unggul. Jelang laga usai, Timor nyaris saja mencuri gol lewat tendangan keras Anggisu Barbosa, namun sepakkannya membentur tiang gawang dan bola rebound hasil tembakkannya mampu diadang oleh Manahati. Skor 5-0 pun bertahan hingga laga usai. (goal.com)