Sensasi Makan di Atas Air Kampoeng Rawa

Semarang, Obsessionnews – Berawal dari pemanfaatan lahan untuk pemberdayaan masyarakat, Kampoeng Rawa berhasil mengelola beberapa petak tanah kosong di tepi danau Rawa Pening, menjadi sebuah destinasi anyar bagi wisatawan di Jawa Tengah (Jateng). Adalah beberapa anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Prima, kelompok petani di wilayah Rawa Pening, yang memprakasai ide ini. Awalnya, mereka bertujuan untuk memfasilitasi dan memberdayakan petani dan nelayan. “Ide ini awalnya dari anggota KSP Artha Prima yaitu Nur Zubaidi, Pariyanto, dan Agus Sumarno melalui kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok PKK akhirnya membuat kesepakatan untuk memanfaatkan lahan ini,” ujar Manager Marketing Kampoeng Rawa Dewi kepada obsessionnews.com, Senin (23/3). [caption id="attachment_28625" align="alignnone" width="300"]
Tersedia berbagai permainan outdoor dan atraktif.[/caption]
Pada 2011 KSP Artha Prima didaulat menyukseskan program Visit Jateng 2013 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dengan dedikasi dan kerja keras, berkembanglah Kampoeng Rawa menjadi agrowisata berbasis pemberdayaan masyarakat meliputi perikanan, kuliner, dan industri kreatif. “Sekarang sudah ada 325 orang dari 12 kelompok nelayan. Apa yang kami kelola di sini berdampak langsung pada masyarakat. Terlebih sistem kami berupa koperasi, lebih bagus,” terang Dewi sambil tersenyum. Walaupun sempat menemui halangan dalam sosisalisasi, pada akhirnya warga mau mengerti, bahkan berpartisipasi di Kampoeng Rawa. “Dulu satu tahun buat pendekatan ke masyarakat. Alhamdulillah sekarang sudah mau bergabung dengan kami. Warga diberikan ruko untuk berjualan. Kami juga menyediakan Pusat Produk Unggulan UKM, sehingga kerajinan dari seluruh Jateng bisa ditampung di sini,” tuturnya. [caption id="attachment_28628" align="alignnone" width="300"]
Warung Apung yang mampu menampung ratusan orang[/caption] Lokasi Kampoeng Rawa terbilang cukup mudah ditemukan. Berada di Jalan Lingkar Ambarawa KM 03 Kabupaten Semarang, pengunjung yang melewati wilayah ini dapat melepas lelah sejenak di Warung Apung serambi memancing. Warung Apung memang menjadi ikon dari Kampoeng Rawa, karena dibangun di atas air. Wisatawan dapat menikmati gurami asam manis seraya merasakan sensasi makan di atas air. [caption id="attachment_28629" align="alignnone" width="300"]
Pusat pameran ini menampung berbagai produk kreatif UKM di Jateng[/caption] Maklum saja, dasar Warung Apung berupa drum-drum plastik bekas diapungkan menopang keseluruhan pendopo. Yang menarik, untuk memasuki Warung Apung haruslah melalui semacam kapal kecil yang ditarik dengan tali. Tak usah khawatir bila tidak kuat, ada penjaga yang senantiasa menjaga kapal kecil tersebut. Di bagian belakang, selain permainan air terdapat pula sebuah flying fox yang cukup tinggi. Bagi para pemberani, mereka bisa mencoba berayun dari sisi tower flying fox ke sisi lain dengan disuguhi pemandangan Rawa Pening dan Gunung Merbabu serta Gunung Telomoyo. Di bawah menara, terlihat sebuah Hall Apung menghadap ke kolam air. Ruang pertemuan ini juga sama layaknya bangunan lain, dibangun di atas air. Hall Apung bisa dimanfaatkan untuk rapat ataupun kegiatan. [caption id="attachment_28630" align="alignnone" width="300"]
Pendopo Ageng dan pelataran yang luas kerap kali dijadikan tempat resepsi pernikahan[/caption] Tiket yang dipatok cukup murah. Wisatawan hanya perlu membayar Rp 2.000 bagi yang menggunakan sepeda motor dan Rp 5.000 yang menggunakan mobil. Bersebelahan tempat parkir juga berdiri pendopo luas bernama Pendopo Ageng Dewi Tara. Sesuai nama, pendopo ini terbilang cukup luas dan mampu menampung hingga ratusan orang. Satu hal menarik dari Kampoeng Rawa adalah wisata perahu air. Harga sewa sebuah perahu Rp 100.000 untuk delapan orang dengan jalur mengelilingi Rawa Pening selama setengah jam. Sungguh sangat asyik untuk dijajal, menikmati keindahan danau alami dari tengah karena pengunjung dapat melihat langsung kehidupan warga yang berbaur dengan alam. Selain itu disediakan pula paket permainan all terrain vehicle (ATV) dan kegiatan outdoor lainnya. Menurut Farida, ke depan Kampoeng Rawa akan diperluas dengan membangun sebuah kolam renang. “Banyak request dari tamu yang ingin dibangunkan kolam renang. Jadi kami terbuka bagi para investor bila ingin ikut mengembangkan Kampoeng Rawa ini,” tukas Farida mengakhiri wawancara. (Yusuf IH)
Tersedia berbagai permainan outdoor dan atraktif.[/caption]
Pada 2011 KSP Artha Prima didaulat menyukseskan program Visit Jateng 2013 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dengan dedikasi dan kerja keras, berkembanglah Kampoeng Rawa menjadi agrowisata berbasis pemberdayaan masyarakat meliputi perikanan, kuliner, dan industri kreatif. “Sekarang sudah ada 325 orang dari 12 kelompok nelayan. Apa yang kami kelola di sini berdampak langsung pada masyarakat. Terlebih sistem kami berupa koperasi, lebih bagus,” terang Dewi sambil tersenyum. Walaupun sempat menemui halangan dalam sosisalisasi, pada akhirnya warga mau mengerti, bahkan berpartisipasi di Kampoeng Rawa. “Dulu satu tahun buat pendekatan ke masyarakat. Alhamdulillah sekarang sudah mau bergabung dengan kami. Warga diberikan ruko untuk berjualan. Kami juga menyediakan Pusat Produk Unggulan UKM, sehingga kerajinan dari seluruh Jateng bisa ditampung di sini,” tuturnya. [caption id="attachment_28628" align="alignnone" width="300"]
Warung Apung yang mampu menampung ratusan orang[/caption] Lokasi Kampoeng Rawa terbilang cukup mudah ditemukan. Berada di Jalan Lingkar Ambarawa KM 03 Kabupaten Semarang, pengunjung yang melewati wilayah ini dapat melepas lelah sejenak di Warung Apung serambi memancing. Warung Apung memang menjadi ikon dari Kampoeng Rawa, karena dibangun di atas air. Wisatawan dapat menikmati gurami asam manis seraya merasakan sensasi makan di atas air. [caption id="attachment_28629" align="alignnone" width="300"]
Pusat pameran ini menampung berbagai produk kreatif UKM di Jateng[/caption] Maklum saja, dasar Warung Apung berupa drum-drum plastik bekas diapungkan menopang keseluruhan pendopo. Yang menarik, untuk memasuki Warung Apung haruslah melalui semacam kapal kecil yang ditarik dengan tali. Tak usah khawatir bila tidak kuat, ada penjaga yang senantiasa menjaga kapal kecil tersebut. Di bagian belakang, selain permainan air terdapat pula sebuah flying fox yang cukup tinggi. Bagi para pemberani, mereka bisa mencoba berayun dari sisi tower flying fox ke sisi lain dengan disuguhi pemandangan Rawa Pening dan Gunung Merbabu serta Gunung Telomoyo. Di bawah menara, terlihat sebuah Hall Apung menghadap ke kolam air. Ruang pertemuan ini juga sama layaknya bangunan lain, dibangun di atas air. Hall Apung bisa dimanfaatkan untuk rapat ataupun kegiatan. [caption id="attachment_28630" align="alignnone" width="300"]
Pendopo Ageng dan pelataran yang luas kerap kali dijadikan tempat resepsi pernikahan[/caption] Tiket yang dipatok cukup murah. Wisatawan hanya perlu membayar Rp 2.000 bagi yang menggunakan sepeda motor dan Rp 5.000 yang menggunakan mobil. Bersebelahan tempat parkir juga berdiri pendopo luas bernama Pendopo Ageng Dewi Tara. Sesuai nama, pendopo ini terbilang cukup luas dan mampu menampung hingga ratusan orang. Satu hal menarik dari Kampoeng Rawa adalah wisata perahu air. Harga sewa sebuah perahu Rp 100.000 untuk delapan orang dengan jalur mengelilingi Rawa Pening selama setengah jam. Sungguh sangat asyik untuk dijajal, menikmati keindahan danau alami dari tengah karena pengunjung dapat melihat langsung kehidupan warga yang berbaur dengan alam. Selain itu disediakan pula paket permainan all terrain vehicle (ATV) dan kegiatan outdoor lainnya. Menurut Farida, ke depan Kampoeng Rawa akan diperluas dengan membangun sebuah kolam renang. “Banyak request dari tamu yang ingin dibangunkan kolam renang. Jadi kami terbuka bagi para investor bila ingin ikut mengembangkan Kampoeng Rawa ini,” tukas Farida mengakhiri wawancara. (Yusuf IH)




























