Satu Juta Rumah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Satu Juta Rumah Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Pontianak, Obsessionnews – Sebanyak lima kepala daerah yang berprestasi dalam pengembangan perumahan di Indonesia mendapat pin emas pada puncak perayaan HUT ke-43 Realestate Indonesia (REI) di Ballroom Hotel Aston Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (22/3). Kelima kepala daerah itu adalah Gubernur Kalbar Cornelis, Walikota Pontianak, Kalbar, Sutarmidji, Walikota Singkawang, Kalbar, Awang Ishak, Bupati Kubu Raya, Kalbar, Rusman H.M Ali, dan Walikota Pekanbaru, Riau, Firdaus. Penyematan pin emas dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Eddy Hussi. Puncak acara HUT ke-43 REI tersebut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono, 700 peserta dari 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI se-Indonesia, dan lain-lain. Ketua DPD REI Kalbar Syukiryanto mengatakan, HUT ke-43 REI yang dilaksanakan di Pontianak sekaligus peluncuran program pembangunan sejuta unit rumah. REI mendukung program sejuta rumah bagi masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Masyarakat tersebut harus memiliki rumah layak tinggal, dengan angsuran yang dipermudah. [caption id="attachment_28579" align="alignnone" width="300"]Ketua DPD REI Kalbar Syukiryanto Ketua DPD REI Kalbar Syukiryanto[/caption] Dia meminta pemerintah daerah (pemda) baik pemerintah provinsi (pemprov) maupun pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah kota (pemkot) mendukung secara penuh program satu juta unit rumah, karena pemda memiliki kewenangan yang penuh dalam perizinan. Undang-Undang mengamanahkan pemerintah wajib menyediakan sandang, pangan dan papan bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu pemerintah wajib mendukung program satu juta unit rumah khusus rumah tipe 36. “REI dalam hal ini siap membantu pemerintah. Selain itu, peran dari perbankan sangat penting dalam hal mengucurkan dana pinjaman dan penjualan,” kata Syukiryanto. Ia menambahkan, dalam program satu juta unit rumah ini, pemda diharapkan menyediakan lahan dan inovasi perizinan yang cepat dan memudahkan masyarakat kelas bawah dalam memiliki rumah 36 tersebut. “Program ini membantu masyarakat kelas menengah ke bawah dalam memiliki rumah,” ujarnya. (Ahmad Saufi)