Ibu Ini Ngaku Sukses Setelah Dagang di Tengah Perang Suku

Ibu Ini Ngaku Sukses Setelah Dagang di Tengah Perang Suku
Timika, Obsessionnews - Oli Kula (29), Warga Kabupaten Mimika, Papua ini sukses menjalani bisnis dengan menjadi seorang pedagang rumahan di tempat ia tinggal. Sebidang tanah plus ruko ia beli dari hasil jerih payahnya sendiri. "Saya bersyukur kepada tuhan karena saya orang bodoh tapi bisa berhasil. Saya terus dapat dorongan juga dari keluarga sampai bisa berhasil," ungkap Oli saat menerima kunjungan wartawan ke kiosnya di Mimika, Papua, Selasa (17/3/2015). Sebelum sukses Oli merintis dagang dengan menjual indomie dan kue-kue kecil. Pandapatannya pun ketika itu pas pasan, hanya sekedar memenuhi kebutuhan keluarganya. Ibu dua anak ini pernah merasa putuh asah ketika dagangannya tidak berkembang. Tapi begitu diambang bangkrut ia mendapat jalan keluar. Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) memberinya bantuan Rp 25 juta. "Saya minta bantu dan menghadap pa Yohanes dari LPMAK saya bilang saya mau usaha, akhirnya saya dibantu dengan uang sebesar Rp 25 juta tahun 2010," katanya. Bantuan itu lalu Ia manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usuhanya. Alhasil, isi kios miliknya sudah penuh sesak dengan barang-barang dagangan. Oli bukan seorang sarjana, SD pun ia tak tamat. Tapi jangan salah penghasilannya bisa puluhan juta sehari. "Dulu saya pembantu, orang tua angkat saya orang Manado. Tapi karena ada niat, akhirnya saya bisa usaha hingga berhasil," tutur dia. Oli mengaku barang-barang miliknya selalu laris terjual ketika terjadi perang antar suku di kampungnya, karena warga di sana takut keluar jauh apabila mau membeli di kota. Situasi inilah kata dia membuat usuhanya bisa berkembang. Bayangkan, seharian saja ia pernah mendapat kemasukan hingga Rp 95 juta. "Saya bersukur, justru kalau ada kerusuhan. Siang malam mereka beli terus sampai tidak bisa tidur sampai mereka teriak-teriak," ujarnya sambil tertawa. Melihat usahanya berkembang, Kepala Biro suku Amungme Yohanes Kum mengaku bangga. Dia merasa tidak sia-sia niat membantu akhirnya bisa terwujud. Karena melalui Yohanes lah Oli bisa mendapat bantuan dana dari LPMAK. "Inilah kami lihat tujuan program pengembangan ekonomi kerakyatan di biro masing-masing di LPMAK itu, dimana kita sudah lihat dari sini," katanya. Yohanes hanya bisa berharap bahwa usaha Oli ini bisa terus berkembang. Syukur-syukur Oli bisa memotivasi orang lain untuk bangkit kemiskinan dan keterbelakangan walaupun ditengah keterbatasan ekonomi dan pendidikan. "Mereka harus bikin perkembangan ekonomi kerakyatan supaya ekonomi di daerah ini bisa berkembang dan mereka punya hidup ke depan itu, layak dan bagus," ucap Yohanes. (Has)