Pramugari 'Insiden Kacang' Gugat Korean Air

Pramugari 'Insiden Kacang' Gugat Korean Air
Seoul - Seorang pramugari Korea Selatan menuntut maskapai Korean Air dan mantan pimpinannya yang sudah dipenjara terkait yang disebut 'insiden kacang'. Penasehat hukum Kim Do-hee menuduh Heather Cho menyerang pramugari itu secara lisan dan fisik karena dia menyuguhkan kacang dalam bungkusan dan bukan di atas piring. Insiden itu terjadi ketika pesawat yang membawa Heather Cho akan lepas landas dari bandara JFK, New York, pada 5 Desember lalu yang menyebabkan keberangkatan pesawat menjadi terlambat. Heather Cho -yang saat itu menjabat Wakil Direktur Korean Air dan putri direktur utamanya- meminta pesawat kembali ke terminal untuk menurunkan pramugari Kim Do-hee. [caption id="attachment_26952" align="alignnone" width="300"]Heather Cho (tengah) sudah diganjar satu tahun penjara karena melanggat UU Penerbangan. (bbc.co.uk)Heather Cho (tengah) sudah diganjar satu tahun penjara karena melanggat UU Penerbangan. (bbc.co.uk)[/caption] Gugatan perdata Kim diajukan di New York untuk menuntut ganti rugi atas gangguan karier, reputasi, kondisi emosinya. Disebutkan Cho berteriak memaki dan juga memukul Kim yang menawarkan kacang tidak di atas piring. Selain itu, Kim juga merasa dipaksa berbohong kepada penyidik pemerintah untuk menutup-nutupi insiden tersebut dan agar tampil di depan umum dengan diatur demi memulihkan citra Cho. Juru bicara Korean Air mengatakan kepada BBC mereka tidak memberikan komentar atas gugatan Kim tersebut. Bulan Februari, pengadilan Korea Selatan sudah menjatuhkan hukuman satu tahun terhadap Cho karena terbukti melanggar Undang-undang Penerbangan. (BBC Indonesia)