Wisata ‘Eksekusi Mati’ Dadakan

Cilacap, Obsessionnews - Mendung kelabu menyelimuti Pelabuhan Wijaya Pura, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (5/3). Namun cuaca yang kurang bersahabat itu tidak menyurutkan minat warga untuk melihat suasana menjelang eksekusi terpidana mati ‘duo Bali Nine’, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Belum diketahui kapan kedua warga negara Australia dan gembong narkotika itu akan dieksekusi.
Pantauan obsessionnews.com banyak warga mengunjungi lokasi sekitar Pelabuhan Wijaya Pura. Adi, warga Donan, Cilacap Selatan, mengatakan, ia datang karena penasaran. “Saya datang ke sini karena penasaran. Saya mengikuti terus berita di TV dan koran tentang dua warga negara Australia itu yang akan dieksekusi,” katanya.
[caption id="attachment_26030" align="alignnone" width="300"]
Omset pedagang batu akik dan makanan meningkat[/caption]Sementara itu Santi, pedagang warung makan di sekitar dermaga Wijaya Pura, mengatakan wisata "Eksekusi Mati" ini dilematis. Di satu sisi dia diuntungkan dengan meningkatnya omset dagangannya, sedangkan di sisi lain ia merasa terkekang dengan banyaknya anggota polisi dan TNI di sekitar dermaga.
“Saya takut karena banyak polisi dan tentara di sini. Saya merasa nggak bebas. Tapi saya juga seneng, karena dagangan saya tambah laris, he he he....,” ujarnya.
Sejak kemarin omset penjualannya meningkat dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu – Rp 500 ribu per hari.
Di sekitar dermaga Wijaya Pura bermunculan pedagang-pedagang dadakan. Banyak yang yang membuka lapak berjualan makanan, dan juga tak sedikit yang berjualan batu akik.
Salah seorang pedagang itu adalah Yudi yang berasal dari Desa Tambak Reja, Cilacap Selatan. Dia berkreasi dengan batu akik sejak 4 tahun lalu. Ia sengaja datang ke dermaga Wijaya Pura untuk berjualan batu akik, karena di antara sekian banyak wisatawan dadakan pasti ada yang tertarik membeli batu akiknya. Dan, perhitungannya tak meleset. Hari ini dia berhasil menjual 20 cincin akik.
“Biasanya saya berjualan di tempat lain, dan terjual rata-rata 10 buah. Sedangkan di sini banyak yang laku. Alhamdulillah,” katanya sambil tersenyum. (Yusuf Isyrin Hanggara)






























