Semua Biaya Eksekusi Terpidana Mati Ditanggung Kejagung

Semua Biaya Eksekusi Terpidana Mati Ditanggung Kejagung
Jakarta, Obsessionnews - Tahapan pelaksanaan eksekusi terhadap 11 orang terpidana mati pada gelombang dua sudah 95 persen. Didalam pelaksanaan eksekusi tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit oleh para pelaksana eksekusi, dari pengamanannya sampai ke regu tembak. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie menyampaikan, Polri pun telah menyiapkan regu tembak yang akan melakukan eksekusi berdasarkan perintah eksekutor (Kejaksaan Agung). Dia mengaku, tidak mengeluarkan anggaran dan anggaran semua ditanggung oleh Kejagung terkait eksekusi itu. "Biaya dari Kejaksaan Agung. Biaya pengamanan, regu tembak, minta bantuan TNI semuanya Kejagung. Anggarannya, anggaran eksekusi. Ngga ada anggaran dari Polri," ujarĀ  Ronny saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Rabu (4/3/2015). Terkait penjagaan keamanan yang diperbantukan dari TNI, disambut postif oleh pihaknya. Langkah terkait hal itu tentunya dikoordinasikan antara jaksa eksekutor, Polri, dan TNI. "TNI kan selalu siap membantu Polri dalam melaksanakan pengamanan apa saja termasuk pengamanan eksekusi mati. TNI bisa bantu pengamanan, bisa bantu alat juga, memang bisa diberikan," terang Ronny. Namun, dia menepis anggapan adanya ancaman lantaran diperbantukannya TNI terkait ekseuksi tersebut. Mengingat, ada beberapa warga negera asing yang akan di 'door'. Yang jelas, lanjut Ronny, langkah antisipasi terkait keamanan telah dikoordinasikan seluruh elemen, baik Polri maupun TNI. Termasuk pengamanan Lapas jelang eksekusi. "Ngga sampe ke situ ya. Jadi TNI itu mengamankan, Kejagung menjalankan eksekusi sesuai UU, Polri membantu Kejagung melakukan eksekusi tadi, pengamanan pelaksanannya dan sebagainya," pungkasnya. (Purnomo)