Bantah Melunak, Jokowi Sebut PM Abbot Salah Tafsir

Bantah Melunak, Jokowi Sebut PM Abbot Salah Tafsir
Jakarta, Obsessionnews - Presiden Jokowi mengaku telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott terkait rencana ekskusi mati terkait eksekusi mati duo Bali Nine. namun, Jokowi membantah telah melunak usai percakapan itu. "Ya mungkin kata-katanya lunak, tapi nanti tindakannya dilihat saja," ujar Jokowi di Jakarta, Sabtu (28/2/2015). Pernyataan Abbot ke media Australia yang mengatakan presiden Jokowi telah melunak, menurut Jokowi hal itu mungkin karena Abbot salah menafsirkan perkataannya. "Saya sampaikan seperti itu. Ya, tafsirannya nggak tahu seperti apa, tapi saya sampaikan itu," katanya. Jokowi mengerti dengan situasi yang terjadi di Australia, tapi hal itu tidak bisa membatalkan eksekusi mati yang sudah dipersiapkan hampir 90 persen itu. Kepala negara kembali minta negara lain tidak mencampuri hukum positif di Indonesia. "Saya kan ditelepon, ya saya jawab bahwa saya tahu situasi di Australia. Saya mengerti situasi-situasinya Perdana Menteri Abbot," ucap Jokowi. Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott menyatakan pada media setempat bahwa dirinya telah melobi Presiden Jokowi terkait eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Padahal pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa Andrew dan Myuran, pemimpin kelompok perdagangan narkoba yang disebut "Bali Nine" itu masuk dalam daftar rencana eksekusi mati gelombang kedua. (Has)