APBN Jokowi Sekarat, Rakyat Urunan

APBN Jokowi Sekarat, Rakyat Urunan
Jakarta, Obsessionnews – Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng yang juga Peneliti The Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai, Pemerintahan Jokowi tampaknya memang perlu dukungan rakyat, karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintahan ini tengah sekarat. Hal ini, menurut Salamuddin, disebabkan menurunnya harga minyak, minerba, yang selama ini menjadi andalan penerimaan pemerintah. “Selain itu tingginya beban bunga dan utang jatuh tempo yang menyedot APBN. Sementara untuk mendapat utang baru, belum tentu Pemerintahan ini dipercaya internasional,” ungkapnya kepada Obsessionnews, Minggu (22/2/2015). Menurut Salamuddin, satu satunya cara yang dapat ditempuh Jokowi adalah memeras bangsa sendiri melalui : 1) Menaikkan pajak setinggi tingginya dari sektor konsumsi, deposito/tabungan. 2) Menaikkan cukai tembakau setinggi tingginya. 3) Memperluas (ekstensifikasi) pajak atau memajaki apa saja termasuk batu akik. 4) Menaikan bunga setinggi tingginya untuk menyedot penerimaan dari obligasi negara Ia pun menegaskan, cara-cara tersebut adalah yang paling instan untuk medapatkan penerimaan negara. Menurutnya, Pemerintahan ini dituntut lebih tega dan agresif memburu pajak, untuk membiayai : 1) Cicilan dana bunga utang luar dan dalam negeri. 2) Penyertaan Modal Negara (PMN) di BUMN - BUMN 3) Menalangi Perusahaan perusahaan nasional yang mengalami krisis anggran karena utang luar negeri yang besar. 4) Setoran kepada pengusaha pengusaha di sekitar penguasa melalui berbagai mega proyek infrastuktur. “Hanya jika semua rakyat urunan dengan bersedia untuk dipajaki setinggi tingginya atas;Upah yang diterima, Deposito/tabungan-nya di Bank Bank, konsumsi atas barang mewah seperti batu akik, dan lain-lain, maka APBN pemerintahan Jokowi bisa diselamatkan,” tandas Slamuddin. (Asma)