Sepak Terjang Tujuh Eksekutif Dunia yang Inspiratif

Jakarta, Obsessionnews - Chief Executive Officer (CEO) atau pejabat eksekutif tertinggi adalah jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan. CEO-lah yang menentukan arah perkembangan perusahaan. Banyak perusahaan kelas dunia yang meraih kejayaan berkat sentuhan tangan dingin CEO. Kisah sukses beberapa eksekutif top dunia yang inspiratif tertuang dalam buku Professional Entrepreneur – Leading The Organization in Entrepreneur Way;Kisah Sukses Para CEO Profesional yang Memimpin dengan Gaya Entrepreneur. Buku yang diterbitkan Dharmapena Citra Media ini diluncurkan di Ballroom 1, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacifik Place, bersamaan dengan hari ulang tahun ke-21 PT Metropolitan Land (Metland), Senin, 16 Februari 2015. Buku setebal 120 halaman ini ditulis oleh Nanda Widya, Presiden Direktur PT Metland, dan Wahyu Sulistio,Vice Director HRD PT Metland. Sedangkan editornya adalah Usamah Hisyam dan Arif Rahman Hakim. Buku ini berisikan kisah sepak terjang tujuh eksekutif yang sukses memimpin perusahaan kelas dunia. Mereka adalah Tanri Abeng, Bob Iger, Johnny Darmawan, Carlos Ghosn, Hasnul Suhaimi, Sheryl Sanberg, dan Andreas Raharso. Ketujuh eksekutif tersebut bukan pemilik perusahaan, tetapi mereka bekerja ekstra keras di perusahaan tempatnya bekerja seakan-akan perusahaan itu milik mereka. Terbukti, lewat kerja keras, loyalitas yang tinggi, dan kreatif melakukan berbagai terobosan, mereka berhasil memajukan perusahaan tersebut. Tanri Abeng Manajer Rp 1 Miliar Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki seorang eksekutif profesional yang sukses memimpin perusahaan-perusahaan multinasional. Dialah Tanri Abeng yang dilahirkan di sebuah desa di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, 7 Maret 1942. Berasal dari keluarga miskin, Tanri berhasil merampungkan pendidikannya di SMEA. Selanjutnya kuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Ketika kuliah di Unhas itu Tanri memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration (MBA) di State University, New York, Amerika Serikat (1967-1968). Setelah meraih gelar MBA, Tanri bekerja di sebuah perusahaan multinasional, Union Carbide, yang memproduksi batere Eveready. Dalam usia 29 tahun dia menduduki jabatan Direktur Keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan tersebut. [caption id="attachment_23551" align="alignnone" width="533"]
Tanri Abeng[/caption] Selanjutnya Tanri pindah kerja PT Perusahaan Bir Indonesia (PBI) yang kemudian berganti nama menjadi PT Multi Bintang Indonesia (MBI). Di perusahaan bir milik Belanda ini nama Tanri mulai dikenal luas. Dia menjadi CEO PT MBI dan melakukan berbagai terobosan besar dan berhasil mengantarkan PT MBI meraih kejayaan. Popularitas Tanri Abeng semakin melejit ketika ia dibajak kelompok usaha Bakrie & Brothers pada tahun 1989 dengan nilai transfer Rp 1 miliar. Dan ia pun populer dengan julukan “Manajer Rp 1 Miliar”. Tanri melakukan proses restrukturisasi 52 perusahaan melalui penjualan dan penggabungan usaha menjadi 22 perusahaan. Dia juga mengganti 50 persen dari total 500 karyawan kantor pusat dengan orang-orang profesional. Tahun 1991 Tanri berhasil mengantarkan Bakrie & Brothers go public. Karena berbagai prestasinya tersebut Tanri diangkat menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Presiden Soeharto (1997-1998) dan era Presiden BJ Habibie (1998-1999). Bob Iger, Pengendali Kerajaan Hiburan Walt Disney Bob Iger yang dilahirkan di Oceanside, New York, 10 Februari 1951, pengendali kerajaan bisnis hiburan terbesar di dunia, Walt Disney. Iger mengawali kariernya di sebuah TV lokal sebagai pembaca ramalan cuaca. Karena profesinya itu sebagian orang mungkin memandangnya dengan sebelah mata. Ingin mengubah nasib menjadi lebih baik, Iger kemudian mencoba mengadu peruntungan di tempat lain. Ia diterima bekerja di stasiun televisi ABC tahun 1974. Di tempat ini kariernya terus melejit. Dari orang biasa berubah menjadi orang istimewa. Berawal sebagai supervisor studio, dia kemudian menduduki jabatan presiden stasiun TV tersebut tahun 1993-1996. [caption id="attachment_23552" align="alignnone" width="600"]
Bob Iger[/caption] Yang lebih menakjubkan lagi adalah posisinya itu tak bergeser setelah Disney mengakuisisi ABC. Iger tetap dipercaya sebagai Presiden ABC. Ini berarti singgasananya tak goyang. Bahkan kariernya terus melesat hingga ditunjuk sebagai Presiden Walt Disney International dan Chairman ABC Group pada 1999. Tanggal 13 Maret 2005 Iger diangkat menjadi CEO Disney. Beberapa bulan sesudah dilantik menjadi CEO, Iger harus mengambil keputusan monumental: membeli Pixar dengan saham seharga US$ 7,4 miliar. Akuisisi ini disebut monumental bukan hanya karena nilainya yang besar, tapi juga menghilangkan pembatas antara dua kekuatan dari dua perusahaan dan dua kelompok pemegang saham. Pixar memiliki kekuatan di sektor produksi film animasi, sedangkan kekuatan Disney di bidang distribusi. Dengan adanya akuisisi ini, kedua perusahaan fokus pada tujuan yang sama. Sebagai CEO Disney, Iger sukses melakukan ekspansi secara internasional, dan juga berhasil melakukan inovasi teknologi dan memperbaharui fokus Disney dengan menjadikan animasi tradisional sebagai prioritas utama strategi perusahaan. Johnny Darmawan Tangguh Didera Krisis Johnny Darmawan sosok yang fenomenal. Ia CEO PT Toyota Astra Motor (TAM), anak perusahaan PT Astra International, dalam kurun waktu 20 tahun. Johnny CEO yang tangguh didera krisis. Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi tahun 1998, dan banyak industri yang gulung tikar, Johnny mampu mempertahankan keberadaan perusahaan yang dipimpinnya. [caption id="attachment_23553" align="alignnone" width="486"]
Johnny Darmawan[/caption] Pria kelahiran Bungur, Jakarta Pusat, tahun 1952 ini telah mampu menempatkan TAM sebagai market leader kendaraan roda empat di Indonesia. Ia yakin, dengan kerja keras, mulai dari level teratas hingga terbawah akan membuat reputasi TAM terus meningkat. Johnny sosok pekerja yang memiliki integritas dalam bekerja. Kalau tidak, bagaimana mungkin seorang yang memiliki latar belakang keuangan bisa sukses dalam pemasaran. Ya, sejatinya, kesuksesan di bidang penjualan acap kali berada di tangan tenaga yang ahli di bidang pemasaran. Tapi tidak dengan TAM. Perusahaan ini sukses menjaga dan meningkatkan pemasarannya justru karena seorang tenaga akuntan atau keuangan. Biasanya, orang keuangan itu cenderung berpikir spesifik. Dia sendiri tidak tahu mengapa ia yang terpilih untuk menjadi CEO TAM yang dianggapnya sebagai sesuatu yang sangat kontradiktif. Jujur, sebelumnya Johnny mengakui sama sekali tidak tahu yang namanya dunia marketing. Ia tidak tahu berjualan karena sepanjang karirnya belum pernah jadi kepala cabang, tidak pernah jadi salesman. Tapi dengan kemauan dan kerendahan hatinya, ia mempelajari teknik dan teori pemasaran ia bisa tampil sebagai marketer. Terus belajar dan bekerja keras serta tak henti berdoa adalah kiat usaha yang ia terapkan sampai saat ini, sampai kemudian ia merasa Tuhan mendengar doanya dan menjadikan ia seperti sekarang ini. Karena itulah, ia kerap mengakui bahwa kekuatan spiritual mampu menjadi pendorong yang paling dahsyat bagi seseorang yang ingin meraih prestasi. Johnny selalu mengingatkan bahwa sebesar apapun target kita dalam meraih prestasi semuanya akan kembali berpulang kepada Yang Maha Kuasa. Carlos Ghosn Penyelamat Nissan Carlos Ghosn dilahirkan di Porto Velho, Brasil, 9 Maret 1954. Kiprahnya di industri otomotif raksasa berkaliber dunia sungguh mengagumkan dan inspiratif. Prestasinya boleh dibilang luar biasa. Ia menjabat CEO di dua industri otomotif terkemuka, yakni Nissan (Jepang) dan Renault (Perancis). Dia orang pertama di dunia yang menjadi pemimpin perusahaan lintas negara dan budaya. Ibarat seorang dokter, Carlos Ghosn (dibaca : Goan) datang ke Jepang pada saat yang tepat untuk mengobati ‘pasien’, Nissan, yang sedang sekarat. Berkat ditangani Ghosn salah satu industri mobil terbesar di negeri Matahari Terbit tersebut terselamatkan, panjang umur, dan berhasil membukukan keuntungan. Di sisi lain Ghosn juga berhasil mengantarkan Renault semakin berkibar. [caption id="attachment_23554" align="alignnone" width="600"]
Carlos Ghosn[/caption] Nissan dan Renault bersepakat melakukan aliansi strategis pada 1999, dan Ghosn dipercaya menjadi CEO di dua industri ini. Dari langkah bisnis ini disepakati kepemilikan silang (aliansi strategis) di antara keduanya, yakni Renault memiliki 44,4 persen saham Nissan, dan Nissan menguasai 15 persen saham Renault. Kinerja Ghosn di industri otomotif memang gemilang. Di Jepang popularitasnya melesat karena dianggap sebagai sang dewa penyelamat bagi Nissan. Industri otomotif terbesar kedua di negeri Sakura ini sebelumnya pada 2000-an terancam bangkrut karena harus menanggung rugi hingga USD6,1 miliar. Dalam waktu 18-19 bulan Ghosn mampu mengubah keadaan Nissan keluar dari jurang kehancuran. Hasnul Suhaimi, Teknisi yang Serba Bisa Hasnul Suhaimi yang dilahirkan di Bukittinggi, Sumatera Barat, 23 April 1957, teknisi yang serba bisa. Nama alumni Jurusan Elektro ITB ini identik identik dengan industri telekomunikasi seluler. Dengan sentuhan tangan dinginnya, Hasnul berhasil mengantarkan PT XL Axiata Tbk, operator seluler XL, meraih kejayaan. Chief Executive Officer (CEO) PT XL Axiata Tbk ini memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, sehingga mampu membawa perusahaan yang dinakhodainya bersaing dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi seluler lainnya. [caption id="attachment_23555" align="alignnone" width="400"]
Hasnul Suhaimi[/caption] Perkembangan XL yang begitu pesat tentu tak lepas dari sejumlah strategi yang diterapkan Hasnul. Dengan memberikan prinsip kesetaraan antara kualitas layanan, manfaat, dan tarif yang terjangkau kepada pelanggan, Hasnul optimis XL mendapat respon positif dari pelanggan. Mantan Dirut PT Indosat ini ingin mewujudkan visi XL untuk menjadi juara seluler Indonesia yang bisa memuaskan pelanggan, pemegang saham, dan karyawan. Hasnul telah membuat transformasi yang signifikan di perusahaan XL. Ia mengembangkan strategi baru untuk memperkuat jaringan XL, pemasaran dan konsolidasi internal perusahaan. Strategi inilah yang menghasilkan layanan bertarif rendah sehingga meningkatkan pangsa pasar, pendapatan dan keuntungan perusahaan. Sheryl Sanberg, Wajah Cantik yang Memperkaya Facebook Facebook salah satu layanan jejaring sosial yang dewasa ini semakin populer. Facebook identik dengan pendirinya, Mark Zuckerberg. Tetapi, di samping itu ada figur lain yang ikut berperanan besar melambungkan popularitas Facebook, yakni Sheryl Sandberg. Tahun 2008 Zuckerberg merekrut Sheryl sebagai Chief Operating Officer (OOC) Facebook. Sheryl yang memiliki kemampuan manajerial dan teknologi informasi adalah eksekutif wanita pertama yang berhasil mendapatkan jabatan tertinggi sebagai COO Facebook. [caption id="attachment_23556" align="alignnone" width="600"]
Sheryl Sanberg[/caption] Wanita kelahiran Washington DC, 28 Agustus 1969, ini lulusan terbaik Akademi Harvard pernah bekerja di World Bank dan Google. Saat Sheryl baru bergabung, kondisi Facebook sedang ambruk dengan hanya 70 juta pengguna dan kehilangan banyak uang. Sheryl pun bekerja ekstra keras dan melakukan berbagai terobosan besar untuk memajukan Facebook. Sheryl mengurusi segala hal, mulai dari iklan, pengembangan bisnis, sampai perekrutan karyawan. Salah satu sumbangsih terbesar adalah mengembangkan sistem periklanan mandiri milik Facebook. Sebelumnya perusahaan sosial media tersebut hanya mengandalkan iklan dari Google saja. Hasilnya? Pendapatan Facebook pun melejit. Facebook berhasil meraih keuntungan sebesar Rp 7,77 triliun pada kuartal pertama 2014. Ini berarti keuntungan Facebook naik menjadi 3 kali lipat dari keuntungan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,6 triliun. Lonjakan ini disebabkan karena pertumbuhan omset Facebook yang mencapai 72 persen berasal dari naiknya pengguna dan iklan di mobile. Kesuksesan yang diraih Facebook ini karena perubahan yang sebelumnya hanya dapat diakses di komputer kini dapat digunakan di ponsel. Hasil ini menunjukkan bahwa bisnis Facebook tumbuh dengan sangat kuat. Andreas Raharso, Inovator Pusat Riset Oerganisasi Kelas Dunia Andreas Raharso orang Indonesia pertama yang memegang jabatan Kepala Riset (R&D Centre for Strategy) Global di Hay Group sejak didirikan pada 1946. Ia bergabung dengan Hay Group pada Oktober 2008 sampai saat ini. [caption id="attachment_23557" align="alignnone" width="500"]
Andreas Raharso[/caption] Pria berusia 50 tahun itu pimpinan atau Dean of Hay Group Global R&D Centre for Strategy Execution pada sebuah lembaga riset Global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Philadelphia, Amerika. Klien Hay Group ini kebanyakan adalah negara adidaya seperti Amerika Serikat, China, dan dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Ini adalah hal yang langka karena urusan strategi dan riset umumnya dipegang oleh orang dari kantor pusat (Amerika Serikat). Hay Group merupakan perusahaan konsultan manajemen global yang bekerja dengan para pemimpin untuk mengubah strategi menjadi kenyataan. Selain perusahaan raksasa dunia, seperti Microsoft, Toyota, GE, dan Unilever, klien Hay Group adalah para pemimpin negara seperti kantor Perdana Menteri Inggris, kantor Perdana Menteri Jepang, dan kantor Presiden Perancis. Hay Group Global sempat dipercaya oleh kantor Presiden Amerika Serikat untuk membantu para menteri Barack Obama dan staf Gedung Putih untuk lebih efektif berorganisasi dan mengeksekusi strategi di pemerintahan saat ini. (Arif RH)
Tanri Abeng[/caption] Selanjutnya Tanri pindah kerja PT Perusahaan Bir Indonesia (PBI) yang kemudian berganti nama menjadi PT Multi Bintang Indonesia (MBI). Di perusahaan bir milik Belanda ini nama Tanri mulai dikenal luas. Dia menjadi CEO PT MBI dan melakukan berbagai terobosan besar dan berhasil mengantarkan PT MBI meraih kejayaan. Popularitas Tanri Abeng semakin melejit ketika ia dibajak kelompok usaha Bakrie & Brothers pada tahun 1989 dengan nilai transfer Rp 1 miliar. Dan ia pun populer dengan julukan “Manajer Rp 1 Miliar”. Tanri melakukan proses restrukturisasi 52 perusahaan melalui penjualan dan penggabungan usaha menjadi 22 perusahaan. Dia juga mengganti 50 persen dari total 500 karyawan kantor pusat dengan orang-orang profesional. Tahun 1991 Tanri berhasil mengantarkan Bakrie & Brothers go public. Karena berbagai prestasinya tersebut Tanri diangkat menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Presiden Soeharto (1997-1998) dan era Presiden BJ Habibie (1998-1999). Bob Iger, Pengendali Kerajaan Hiburan Walt Disney Bob Iger yang dilahirkan di Oceanside, New York, 10 Februari 1951, pengendali kerajaan bisnis hiburan terbesar di dunia, Walt Disney. Iger mengawali kariernya di sebuah TV lokal sebagai pembaca ramalan cuaca. Karena profesinya itu sebagian orang mungkin memandangnya dengan sebelah mata. Ingin mengubah nasib menjadi lebih baik, Iger kemudian mencoba mengadu peruntungan di tempat lain. Ia diterima bekerja di stasiun televisi ABC tahun 1974. Di tempat ini kariernya terus melejit. Dari orang biasa berubah menjadi orang istimewa. Berawal sebagai supervisor studio, dia kemudian menduduki jabatan presiden stasiun TV tersebut tahun 1993-1996. [caption id="attachment_23552" align="alignnone" width="600"]
Bob Iger[/caption] Yang lebih menakjubkan lagi adalah posisinya itu tak bergeser setelah Disney mengakuisisi ABC. Iger tetap dipercaya sebagai Presiden ABC. Ini berarti singgasananya tak goyang. Bahkan kariernya terus melesat hingga ditunjuk sebagai Presiden Walt Disney International dan Chairman ABC Group pada 1999. Tanggal 13 Maret 2005 Iger diangkat menjadi CEO Disney. Beberapa bulan sesudah dilantik menjadi CEO, Iger harus mengambil keputusan monumental: membeli Pixar dengan saham seharga US$ 7,4 miliar. Akuisisi ini disebut monumental bukan hanya karena nilainya yang besar, tapi juga menghilangkan pembatas antara dua kekuatan dari dua perusahaan dan dua kelompok pemegang saham. Pixar memiliki kekuatan di sektor produksi film animasi, sedangkan kekuatan Disney di bidang distribusi. Dengan adanya akuisisi ini, kedua perusahaan fokus pada tujuan yang sama. Sebagai CEO Disney, Iger sukses melakukan ekspansi secara internasional, dan juga berhasil melakukan inovasi teknologi dan memperbaharui fokus Disney dengan menjadikan animasi tradisional sebagai prioritas utama strategi perusahaan. Johnny Darmawan Tangguh Didera Krisis Johnny Darmawan sosok yang fenomenal. Ia CEO PT Toyota Astra Motor (TAM), anak perusahaan PT Astra International, dalam kurun waktu 20 tahun. Johnny CEO yang tangguh didera krisis. Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi tahun 1998, dan banyak industri yang gulung tikar, Johnny mampu mempertahankan keberadaan perusahaan yang dipimpinnya. [caption id="attachment_23553" align="alignnone" width="486"]
Johnny Darmawan[/caption] Pria kelahiran Bungur, Jakarta Pusat, tahun 1952 ini telah mampu menempatkan TAM sebagai market leader kendaraan roda empat di Indonesia. Ia yakin, dengan kerja keras, mulai dari level teratas hingga terbawah akan membuat reputasi TAM terus meningkat. Johnny sosok pekerja yang memiliki integritas dalam bekerja. Kalau tidak, bagaimana mungkin seorang yang memiliki latar belakang keuangan bisa sukses dalam pemasaran. Ya, sejatinya, kesuksesan di bidang penjualan acap kali berada di tangan tenaga yang ahli di bidang pemasaran. Tapi tidak dengan TAM. Perusahaan ini sukses menjaga dan meningkatkan pemasarannya justru karena seorang tenaga akuntan atau keuangan. Biasanya, orang keuangan itu cenderung berpikir spesifik. Dia sendiri tidak tahu mengapa ia yang terpilih untuk menjadi CEO TAM yang dianggapnya sebagai sesuatu yang sangat kontradiktif. Jujur, sebelumnya Johnny mengakui sama sekali tidak tahu yang namanya dunia marketing. Ia tidak tahu berjualan karena sepanjang karirnya belum pernah jadi kepala cabang, tidak pernah jadi salesman. Tapi dengan kemauan dan kerendahan hatinya, ia mempelajari teknik dan teori pemasaran ia bisa tampil sebagai marketer. Terus belajar dan bekerja keras serta tak henti berdoa adalah kiat usaha yang ia terapkan sampai saat ini, sampai kemudian ia merasa Tuhan mendengar doanya dan menjadikan ia seperti sekarang ini. Karena itulah, ia kerap mengakui bahwa kekuatan spiritual mampu menjadi pendorong yang paling dahsyat bagi seseorang yang ingin meraih prestasi. Johnny selalu mengingatkan bahwa sebesar apapun target kita dalam meraih prestasi semuanya akan kembali berpulang kepada Yang Maha Kuasa. Carlos Ghosn Penyelamat Nissan Carlos Ghosn dilahirkan di Porto Velho, Brasil, 9 Maret 1954. Kiprahnya di industri otomotif raksasa berkaliber dunia sungguh mengagumkan dan inspiratif. Prestasinya boleh dibilang luar biasa. Ia menjabat CEO di dua industri otomotif terkemuka, yakni Nissan (Jepang) dan Renault (Perancis). Dia orang pertama di dunia yang menjadi pemimpin perusahaan lintas negara dan budaya. Ibarat seorang dokter, Carlos Ghosn (dibaca : Goan) datang ke Jepang pada saat yang tepat untuk mengobati ‘pasien’, Nissan, yang sedang sekarat. Berkat ditangani Ghosn salah satu industri mobil terbesar di negeri Matahari Terbit tersebut terselamatkan, panjang umur, dan berhasil membukukan keuntungan. Di sisi lain Ghosn juga berhasil mengantarkan Renault semakin berkibar. [caption id="attachment_23554" align="alignnone" width="600"]
Carlos Ghosn[/caption] Nissan dan Renault bersepakat melakukan aliansi strategis pada 1999, dan Ghosn dipercaya menjadi CEO di dua industri ini. Dari langkah bisnis ini disepakati kepemilikan silang (aliansi strategis) di antara keduanya, yakni Renault memiliki 44,4 persen saham Nissan, dan Nissan menguasai 15 persen saham Renault. Kinerja Ghosn di industri otomotif memang gemilang. Di Jepang popularitasnya melesat karena dianggap sebagai sang dewa penyelamat bagi Nissan. Industri otomotif terbesar kedua di negeri Sakura ini sebelumnya pada 2000-an terancam bangkrut karena harus menanggung rugi hingga USD6,1 miliar. Dalam waktu 18-19 bulan Ghosn mampu mengubah keadaan Nissan keluar dari jurang kehancuran. Hasnul Suhaimi, Teknisi yang Serba Bisa Hasnul Suhaimi yang dilahirkan di Bukittinggi, Sumatera Barat, 23 April 1957, teknisi yang serba bisa. Nama alumni Jurusan Elektro ITB ini identik identik dengan industri telekomunikasi seluler. Dengan sentuhan tangan dinginnya, Hasnul berhasil mengantarkan PT XL Axiata Tbk, operator seluler XL, meraih kejayaan. Chief Executive Officer (CEO) PT XL Axiata Tbk ini memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, sehingga mampu membawa perusahaan yang dinakhodainya bersaing dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi seluler lainnya. [caption id="attachment_23555" align="alignnone" width="400"]
Hasnul Suhaimi[/caption] Perkembangan XL yang begitu pesat tentu tak lepas dari sejumlah strategi yang diterapkan Hasnul. Dengan memberikan prinsip kesetaraan antara kualitas layanan, manfaat, dan tarif yang terjangkau kepada pelanggan, Hasnul optimis XL mendapat respon positif dari pelanggan. Mantan Dirut PT Indosat ini ingin mewujudkan visi XL untuk menjadi juara seluler Indonesia yang bisa memuaskan pelanggan, pemegang saham, dan karyawan. Hasnul telah membuat transformasi yang signifikan di perusahaan XL. Ia mengembangkan strategi baru untuk memperkuat jaringan XL, pemasaran dan konsolidasi internal perusahaan. Strategi inilah yang menghasilkan layanan bertarif rendah sehingga meningkatkan pangsa pasar, pendapatan dan keuntungan perusahaan. Sheryl Sanberg, Wajah Cantik yang Memperkaya Facebook Facebook salah satu layanan jejaring sosial yang dewasa ini semakin populer. Facebook identik dengan pendirinya, Mark Zuckerberg. Tetapi, di samping itu ada figur lain yang ikut berperanan besar melambungkan popularitas Facebook, yakni Sheryl Sandberg. Tahun 2008 Zuckerberg merekrut Sheryl sebagai Chief Operating Officer (OOC) Facebook. Sheryl yang memiliki kemampuan manajerial dan teknologi informasi adalah eksekutif wanita pertama yang berhasil mendapatkan jabatan tertinggi sebagai COO Facebook. [caption id="attachment_23556" align="alignnone" width="600"]
Sheryl Sanberg[/caption] Wanita kelahiran Washington DC, 28 Agustus 1969, ini lulusan terbaik Akademi Harvard pernah bekerja di World Bank dan Google. Saat Sheryl baru bergabung, kondisi Facebook sedang ambruk dengan hanya 70 juta pengguna dan kehilangan banyak uang. Sheryl pun bekerja ekstra keras dan melakukan berbagai terobosan besar untuk memajukan Facebook. Sheryl mengurusi segala hal, mulai dari iklan, pengembangan bisnis, sampai perekrutan karyawan. Salah satu sumbangsih terbesar adalah mengembangkan sistem periklanan mandiri milik Facebook. Sebelumnya perusahaan sosial media tersebut hanya mengandalkan iklan dari Google saja. Hasilnya? Pendapatan Facebook pun melejit. Facebook berhasil meraih keuntungan sebesar Rp 7,77 triliun pada kuartal pertama 2014. Ini berarti keuntungan Facebook naik menjadi 3 kali lipat dari keuntungan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,6 triliun. Lonjakan ini disebabkan karena pertumbuhan omset Facebook yang mencapai 72 persen berasal dari naiknya pengguna dan iklan di mobile. Kesuksesan yang diraih Facebook ini karena perubahan yang sebelumnya hanya dapat diakses di komputer kini dapat digunakan di ponsel. Hasil ini menunjukkan bahwa bisnis Facebook tumbuh dengan sangat kuat. Andreas Raharso, Inovator Pusat Riset Oerganisasi Kelas Dunia Andreas Raharso orang Indonesia pertama yang memegang jabatan Kepala Riset (R&D Centre for Strategy) Global di Hay Group sejak didirikan pada 1946. Ia bergabung dengan Hay Group pada Oktober 2008 sampai saat ini. [caption id="attachment_23557" align="alignnone" width="500"]
Andreas Raharso[/caption] Pria berusia 50 tahun itu pimpinan atau Dean of Hay Group Global R&D Centre for Strategy Execution pada sebuah lembaga riset Global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Philadelphia, Amerika. Klien Hay Group ini kebanyakan adalah negara adidaya seperti Amerika Serikat, China, dan dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Ini adalah hal yang langka karena urusan strategi dan riset umumnya dipegang oleh orang dari kantor pusat (Amerika Serikat). Hay Group merupakan perusahaan konsultan manajemen global yang bekerja dengan para pemimpin untuk mengubah strategi menjadi kenyataan. Selain perusahaan raksasa dunia, seperti Microsoft, Toyota, GE, dan Unilever, klien Hay Group adalah para pemimpin negara seperti kantor Perdana Menteri Inggris, kantor Perdana Menteri Jepang, dan kantor Presiden Perancis. Hay Group Global sempat dipercaya oleh kantor Presiden Amerika Serikat untuk membantu para menteri Barack Obama dan staf Gedung Putih untuk lebih efektif berorganisasi dan mengeksekusi strategi di pemerintahan saat ini. (Arif RH)




























